GSP Diperpanjang, Wamendag Makin Optimis dengan Perdagangan RI-AS
Senin, 02 November 2020 - 15:09 WIB
Wamendag Jerry Sambuaga semakin optimistis dengan prospek perdagangan RI-Amerika Serikat (AS) setelah fasilitas GSP diperpanjang oleh pemerintah AS. Foto/Ist
JAKARTA - Indonesia mendapat kabar gembira pekan ini, dimana Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui United States Trade Representative (USTR) mengumumkan peroanjangan Generalized Preference System (GSP) untuk beberapa negara, termasuk Indonesia.
GSP adalah sistem pengurangan atau bahkan pemangkasan tarif masuk barang ke AS yang diberikan kepada negara-negara yang telah diseleksi oleh Pemerintah Negeri Paman Sam. Indonesia sukses kembali memperoleh fasilitas ini setelah serangkaian perundingan yang sangat alot.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai kementerian yang berada di garis depan dalam perundingan dagang dengan negara lain menyambut baik hasil ini sekaligus mengapresiasi peran kementerian dan lembaga lain, termasuk Kementerian Luar Negeri.
(Baca Juga: Fasilitas GSP AS Diperpanjang, Menko Luhut Harap Perdagangan Bilateral Tembus Rp870 Triliun)
GSP adalah sistem pengurangan atau bahkan pemangkasan tarif masuk barang ke AS yang diberikan kepada negara-negara yang telah diseleksi oleh Pemerintah Negeri Paman Sam. Indonesia sukses kembali memperoleh fasilitas ini setelah serangkaian perundingan yang sangat alot.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebagai kementerian yang berada di garis depan dalam perundingan dagang dengan negara lain menyambut baik hasil ini sekaligus mengapresiasi peran kementerian dan lembaga lain, termasuk Kementerian Luar Negeri.
(Baca Juga: Fasilitas GSP AS Diperpanjang, Menko Luhut Harap Perdagangan Bilateral Tembus Rp870 Triliun)
Lihat Juga :