RI Telah Masuki Masa Pemulihan, Menko Airlangga Paparkan Buktinya
Rabu, 04 November 2020 - 15:23 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemulihan ekonomi nasional sudah mulai terjadi. Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini Indonesia telah memasuki masa pemulihan ekonomi . Pemerintah meyakini momentum pemulihan ini akan terus berlangsung hingga tahun 2021.
Keyakinan tersebut muncul dari berbagai indikator kinerja ekonomi nasional yang mulai membaik. "Di tahun 2020, Indonesia akan mencapai pertumbuhan berkisar -1,6% hingga 0,6% sehingga Indonesia akan berada di range pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari negara lain," ujarnya pada Indonesia Industry Outlook #IIO2021 secara virtual, Rabu (4/11/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani: Hilal Pemulihan Ekonomi Sudah Terlihat)
Airlangga melanjutkan, utilisasi sektor industri juga telah membaik rata-rata di angka 55%. Di samping itu juga terjadi penurunan risiko investasi dimana nilai indeks saham membaik dan kapitalisasi pasar mulai pulih kembali.
Sementara peningkatan aktivitas ekonomi terlihat dari mulai menggeliatnya industri manufaktur yang tercermin dari indeks PMI (Purchasing Managers' Index) pada bulan Oktober sebesar 47,8. PMI manufaktur diharapkan berada di jalur di atas 50 (ekspansif). Sektor industri dasar dan aneka industri juga mengalami pemulihan dimana sektor-sektor tersebut naik 50% dibanding bulan Maret 2020.
(Infografis: Hindari Resesi, Percepat Penyerapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
Keyakinan tersebut muncul dari berbagai indikator kinerja ekonomi nasional yang mulai membaik. "Di tahun 2020, Indonesia akan mencapai pertumbuhan berkisar -1,6% hingga 0,6% sehingga Indonesia akan berada di range pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari negara lain," ujarnya pada Indonesia Industry Outlook #IIO2021 secara virtual, Rabu (4/11/2020).
(Baca Juga: Sri Mulyani: Hilal Pemulihan Ekonomi Sudah Terlihat)
Airlangga melanjutkan, utilisasi sektor industri juga telah membaik rata-rata di angka 55%. Di samping itu juga terjadi penurunan risiko investasi dimana nilai indeks saham membaik dan kapitalisasi pasar mulai pulih kembali.
Sementara peningkatan aktivitas ekonomi terlihat dari mulai menggeliatnya industri manufaktur yang tercermin dari indeks PMI (Purchasing Managers' Index) pada bulan Oktober sebesar 47,8. PMI manufaktur diharapkan berada di jalur di atas 50 (ekspansif). Sektor industri dasar dan aneka industri juga mengalami pemulihan dimana sektor-sektor tersebut naik 50% dibanding bulan Maret 2020.
(Infografis: Hindari Resesi, Percepat Penyerapan Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
Lihat Juga :