Meski Resesi, Tren Ekonomi Sulsel Terus Membaik

Kamis, 05 November 2020 - 18:50 WIB
Artinya, sambung Bupati Bantaeng dua periode ini, dalam tataran ukuran yang sangat dinamis saat-saat seperti sekarang ini, indikator pertumbuhan jangka pendek Q-to-Q dapat menjadi ukuran yang lebih akurat mengukur arah perkembangan perekonomian suatu daerah. Indikator tersebut menunjukkan adanya pergerakan aktivitas perekonomian yang cukup menjanjikan di Sulsel.

Berdasarkan data BPS, peningkatan nilai PDRB Q-to-Q atas dasar harga konstan dari nilai Rp79,81 triliun menjadi Rp86,34 triliun, dengan sektor pertumbuhan terbesar sektor usaha terbesar transportasi dan pergudangan, 59,29%, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, 34,74%, dan sektor usaha jasa perusahaan 32,22%.

Sedangkan sektor usaha dengan ukuran pertumbuhan year on year, terbesar adalah sektor usaha infomasi dan komunikasi, 12,20%, jasa kesehatan dan kegiatan sosial 7,58%, dan sektor usaha pengadaan, 7,34%.

Secara keseluruhan, selama triwulan III terdapat delapan sektor usaha delapan dengan pertumbuhan positif dengan total pertumbuhan 4,48%. Dan sembilan sektor usaha masih tumbuh negatif dengan total pertumbuhan -3,85%.

Gubernur Sulsel menjelaskan, pertumbuhan dari triwulan sebelumnya ini menunjukkan pergerakan ekonomi yang cukup masif. Meski di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. "Ini tentu menunjukkan jika kinerja pemerintah meski dimasa pandemi sudah sangat bagus. Kita harap kuartal keempat semakin baik," tambahnya.

Sementara itu, meski pertumbuhan ekonomi masih minus di triwulan III (y-on-y), Nurdin menyebutkan tetap ada kenaikan sekitar 2%. "Secara year on year (triwulan III) minus 1 dari (triwulan II) minus 3,86% . Artinya, 2% kita punya kenaikan,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!