Di Indonesia, Ketimpangan juga Menimpa Pembayaran Digital

Jum'at, 06 November 2020 - 15:33 WIB
“Tapi pada praktiknya penetrasi dari pembayaran menggunakan kartu dan juga menggunakan transfer manual maupun transfer virtual account masih sangat-sangat tinggi,” jelasnya.

Berdasarkan data, transaksi dengan menggunakan ATM adalah sebesar 34%. Sedangkan transaksi yang menggunakan metode transfer adalah sebesar 26%.

“ATM 34% dan transfer 26%. Sementara pertumbuhan dompet digital ini masih cukup bagus tapi opportunity-nya masih sangat panjang. Itu fenomena yang pertama,” jelasnya. ( Baca juga:Wapres Kunjungi Papua Setelah Desain Percepatan Pembangunan Papua Tuntas )

Selain itu lanjut Yudi, alasan digital payment perlu ditingkatkan lagi adalah untuk mengurangi ketimpangan. Saat ini utilisasi dari e-money atau dompet digital mayoritas masih berada di kota-kota besar, khususnya di Jabodetabek.

“Jadi dalam kita harus memikirkan bukan hanya di Jabodetabek tapi di seluruh pelosok Indonesia,” jelasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!