Cetak Laba Bersih Rp1,9 Triliun, CIMB Niaga Tetap Hati-hati

Jum'at, 06 November 2020 - 15:54 WIB
Total penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp211,9 triliun dengan rasio CASA sebesar 60,31%. Adapun Giro dan Tabungan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 35,6% yoy dan 16,6% Yoy sejalan dengan komitmen Bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.

Tigor menuturkan, jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp180,9 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh bisnis Consumer Banking yang tumbuh 4,1% yoy. "Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kami tumbuh 7,9%, sementara Kredit Pemilikan Mobil meningkat sebesar 7,0%," kata Tigor.

(Baca Juga: Restrukturisasi Kredit Gairahkan Industri Perbankan)

"Perseroan akan terus memperkuat platform digital banking kami yang inovatif, OCTO Mobile, dengan mengusung tagline baru 'Banyak Bisanya, Bisa Semaunya'. Dirancang layaknya Super App, OCTO Mobile menjadi one stop mobile financial solution yang dapat memenuhi kebutuhan finansial nasabah kini dan nanti," tambahnya.

Di segmen perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan mencapai Rp32,6 triliun dan DPK sebesar Rp35,1 triliun per 30 September 2020. "Kami juga senantiasa mendukung seluruh upaya pemerintah untuk membangkitkan perekonomian nasional," imbuh Tigor.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!