Kelakuan Kelas Menengah Atas: Ngegas di Awal, Ngerem di Tengah Jalan

Sabtu, 07 November 2020 - 18:40 WIB
Sementara, untuk kalangan menengah ke bawah posisinya sedang suffer. Mereka kehilangan daya beli, karena dirumahkan, dipotong gajinya, dan kena PHK. Alhasil, dengan kondisi itu untuk bisa makan saja sudah bagus.

"Tentu mereka hanya akan berpikir bagaimana untuk melanjutkan hidup," tuturnya. ( Baca juga:Pengamat Imbau Anak Muda Berpolitik dengan Cerdas dan Akal Sehat )

Ia menambahkan, bahwa kondisi ritel saat ini belum kembali dalam posisi yang normal. Ia menjelaskan indeks penjualan riil dari bulan ke bulan masih minus di bawah 10%. Meski ada kontraksi positif, tetapi kontraksinya itu masih single digit antara 5-6%. Sama dengan kontraksi perekonomian yang terkontraksi positif antara quarter to quarter tetapi year-on-year-nya masih minus.

"Jadi situasinya memang belum normal, dan underperform sekali," tandas Roy.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!