Kebocoran Data di Era Digital, Seberapa Bahaya?
Senin, 09 November 2020 - 20:39 WIB
Oleh karena itu, lanjutnya, Rancangan Undang-undang (RUU) Pelindungan Data Pribadi merupakan instrumen hukum yang disusun untuk melindungi data pribadi warga negara dari praktik penyalahgunaan data pribadi. “RUU Pelindungan Data Pribadi memberikan landasan hukum bagi Indonesia untuk menjaga kedaulatan negara, keamanan negara, dan pelindungan terhadap data pribadi milik warga negara Indonesia dimanapun data pribadi tersebut berada,” tegasnya.
Dalam mengantisipasi kebocoran data, Acronis sebagai pemimpin global dalam produk perlindungan cyber, hari ini meluncurkan ketersediaan Acronis Cyber Protect 15 bagi pengguna di Indonesia. Acronis Cyber Protect adalah solusi perlindungan dunia maya unik yang diperkuat dengan artificial intellegence atau kecerdasan buatan yag dapat mengintegrasikan backup, disaster recovery, antimalware generasi baru, keamanan siber, dan perangkat endpoint manajemen seperti penilaian kerentanan, filter URL, dan manajemen patch ke dalam satu layanan.
Peluncuran ini disampaikan pada acara Cyber Security Forum yang dilakukan secara virtual dengan mengusung tema ‘Kebocoran Data di Era Digital, Seberapa Bahaya?’ yang diselenggarakan bersama dengan mitra strategis Acronis yaitu Optima Distribution. Acara ini menampilkan beberapa ahli di bidang keamanan siber, antara lain Mariam F. Barata, Direktur Kementerian Informasi dan Komunikasi, Ardi Sutedja K, Ketua ICSF (Indonesia Cyber Security Forum), Refany Iskandar, Managing Director PT Optima Solusindo Indonesia, dan Neil Morarji, Acronis General Manager Asia Pacific.
General Manager Acronis Asia Pacific Neil Morarji mengatakan sudut pandang dunia maya telah berubah secara dramatis selama beberapa tahun terakhir, terlebih lagi dengan pandemi Covid-19,hal ini terus membuka celah antara strategi dengan solusi yang selama ini dijalankan. “Acronis Cyber Protect 15 hadir saat bisnis berjuang keras untuk melindungi data dan infrastruktur mereka dari risiko realitas kerja jarak jauh saat ini,” katanya.
Dengan berita baru-baru ini tentang perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia yang mengalami serangan siber tersebut, banyak organisasi menjadi tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang keamanan siber dan solusi apa yang bisa didapat untuk mencegah hal ini terjadi pada mereka. “Dengan Acronis Cyber Protect 15, organisasi dapat melindungi diri dari ancaman dunia maya modern sambil memastikan mereka dapat memulihkan kembali data dan sistem mereka lebih cepat dibandingkan dengan solusi lainnya, sehingga meminimalkan periode kegagalan sistem.” tambah Neil.
Teknologi dan solusi Acronis adalah bagian dari visi yang dikenal sebagai Lima Pilar Perlindungan Siber - yaitu keselamatan, aksesibilitas, privasi, autentifikasi, dan keamanan (SAPAS). Visi ini memastikan bahwa data, aplikasi, dan sistem aman dan mudah diakses untuk kelancaran operasional harian bisnis dan individu. Ketersediaan Acronis Cyber Protect 15 di Indonesia akan membantu bisnis apa pun mencapai keamanan yang hampir sempurna dari data penting mereka.
Dalam mengantisipasi kebocoran data, Acronis sebagai pemimpin global dalam produk perlindungan cyber, hari ini meluncurkan ketersediaan Acronis Cyber Protect 15 bagi pengguna di Indonesia. Acronis Cyber Protect adalah solusi perlindungan dunia maya unik yang diperkuat dengan artificial intellegence atau kecerdasan buatan yag dapat mengintegrasikan backup, disaster recovery, antimalware generasi baru, keamanan siber, dan perangkat endpoint manajemen seperti penilaian kerentanan, filter URL, dan manajemen patch ke dalam satu layanan.
Peluncuran ini disampaikan pada acara Cyber Security Forum yang dilakukan secara virtual dengan mengusung tema ‘Kebocoran Data di Era Digital, Seberapa Bahaya?’ yang diselenggarakan bersama dengan mitra strategis Acronis yaitu Optima Distribution. Acara ini menampilkan beberapa ahli di bidang keamanan siber, antara lain Mariam F. Barata, Direktur Kementerian Informasi dan Komunikasi, Ardi Sutedja K, Ketua ICSF (Indonesia Cyber Security Forum), Refany Iskandar, Managing Director PT Optima Solusindo Indonesia, dan Neil Morarji, Acronis General Manager Asia Pacific.
General Manager Acronis Asia Pacific Neil Morarji mengatakan sudut pandang dunia maya telah berubah secara dramatis selama beberapa tahun terakhir, terlebih lagi dengan pandemi Covid-19,hal ini terus membuka celah antara strategi dengan solusi yang selama ini dijalankan. “Acronis Cyber Protect 15 hadir saat bisnis berjuang keras untuk melindungi data dan infrastruktur mereka dari risiko realitas kerja jarak jauh saat ini,” katanya.
Dengan berita baru-baru ini tentang perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia yang mengalami serangan siber tersebut, banyak organisasi menjadi tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang keamanan siber dan solusi apa yang bisa didapat untuk mencegah hal ini terjadi pada mereka. “Dengan Acronis Cyber Protect 15, organisasi dapat melindungi diri dari ancaman dunia maya modern sambil memastikan mereka dapat memulihkan kembali data dan sistem mereka lebih cepat dibandingkan dengan solusi lainnya, sehingga meminimalkan periode kegagalan sistem.” tambah Neil.
Teknologi dan solusi Acronis adalah bagian dari visi yang dikenal sebagai Lima Pilar Perlindungan Siber - yaitu keselamatan, aksesibilitas, privasi, autentifikasi, dan keamanan (SAPAS). Visi ini memastikan bahwa data, aplikasi, dan sistem aman dan mudah diakses untuk kelancaran operasional harian bisnis dan individu. Ketersediaan Acronis Cyber Protect 15 di Indonesia akan membantu bisnis apa pun mencapai keamanan yang hampir sempurna dari data penting mereka.
Lihat Juga :