PR Besar Ekonomi Digital
Kamis, 12 November 2020 - 06:05 WIB
“Potensi tersebut tidak akan bisa terpenuhi jika infrastruktur di Indonesia tidak memadai. Pasalnya, infrastruktur tersebut menjadi penting dan memungkinkan seluruh orang Indonesia mengakses internet di mana pun mereka berada,” katanya. (Baca juga: Takut Pandemi, Transportasi Bus Jadi Kurang Laku)
Secara terperinci Sri Mulyani mengungkapkan, potensi ekonomi digital seperti transaksi pada e-commerce bakal berkembang dari USD20 miliar ke USD82 miliar. Sedangkan, online traveling naik 2,5 kali lipat dari USD10 miliar menjadi USD25 miliar. Adapun di sektor media berpotensi naik dari USD3,5 miliar menjadi USD9 miliar dan melalui ride hailing dari USD5,7 miliar ke USD18 miliar.
Founder dan CEO Indonesia Economic Forum Shoeb Kagda juga sepakat untuk bisa memaksimalkan potensi ekonomi digital, Indonesia harus berinvestasi pada infrastruktur dan mengadopsi lebih banyak teknologi seperti AI, Cloud Computing, IoT, dan Big Data Analytic sebagai landasan dari revolusi industri 4.0.
“Kuncinya, pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bekerja sama membangun infrastruktur dan mengadopsi teknologi baru maupun proses bisnis baru,” ujarnya.
Di bagian lain, peneliti Indef Nailul Huda mengungkapkan, ekonomi digital bisa dikaitkan dengan seluruh jenis layanan ekonomi mulai dari sistem pembayaran, pinjaman, e-commerce, ride hailing, hingga online travel. Menurutnya, besaran ekonomi digital diprediksi mencapai 9,5% dari produk domestik bruto pada 2025.
“Ini jumlah yang cukup besar. Tingkat penetrasi internet di Indonesia pun meningkat terus. Maka porsi ekonomi digital terhadap PDB diprediksi bisa meningkat,” kata Nailul Huda. (Lihat videonya: Fenomena Pohon Pisang Berdaun Putih Gegerkan Warga Kudus)
Terkait pentingnya keamanan dalam mengimplementasikan ekonomi digita l, pengamat teknologi informasi (TI) Marsudi Wahyu Kisworo menerangkan, ada tiga komponen penting dalam keamanan teknologi informasi. Ketiganya adalah teknologi, prosedur, dan manusia.
“Tapi yang paling lemah itu manusianya karena sering teledor. Paspor dan pin gampang ditebak, misalnya, tanggal lahir. Atau kita sering lihat WhatsApp diretas,” ucapnya. (Kunthi Fahmar Sandy/Rina Anggraeni/FW Bahtiar)
Secara terperinci Sri Mulyani mengungkapkan, potensi ekonomi digital seperti transaksi pada e-commerce bakal berkembang dari USD20 miliar ke USD82 miliar. Sedangkan, online traveling naik 2,5 kali lipat dari USD10 miliar menjadi USD25 miliar. Adapun di sektor media berpotensi naik dari USD3,5 miliar menjadi USD9 miliar dan melalui ride hailing dari USD5,7 miliar ke USD18 miliar.
Founder dan CEO Indonesia Economic Forum Shoeb Kagda juga sepakat untuk bisa memaksimalkan potensi ekonomi digital, Indonesia harus berinvestasi pada infrastruktur dan mengadopsi lebih banyak teknologi seperti AI, Cloud Computing, IoT, dan Big Data Analytic sebagai landasan dari revolusi industri 4.0.
“Kuncinya, pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bekerja sama membangun infrastruktur dan mengadopsi teknologi baru maupun proses bisnis baru,” ujarnya.
Di bagian lain, peneliti Indef Nailul Huda mengungkapkan, ekonomi digital bisa dikaitkan dengan seluruh jenis layanan ekonomi mulai dari sistem pembayaran, pinjaman, e-commerce, ride hailing, hingga online travel. Menurutnya, besaran ekonomi digital diprediksi mencapai 9,5% dari produk domestik bruto pada 2025.
“Ini jumlah yang cukup besar. Tingkat penetrasi internet di Indonesia pun meningkat terus. Maka porsi ekonomi digital terhadap PDB diprediksi bisa meningkat,” kata Nailul Huda. (Lihat videonya: Fenomena Pohon Pisang Berdaun Putih Gegerkan Warga Kudus)
Terkait pentingnya keamanan dalam mengimplementasikan ekonomi digita l, pengamat teknologi informasi (TI) Marsudi Wahyu Kisworo menerangkan, ada tiga komponen penting dalam keamanan teknologi informasi. Ketiganya adalah teknologi, prosedur, dan manusia.
“Tapi yang paling lemah itu manusianya karena sering teledor. Paspor dan pin gampang ditebak, misalnya, tanggal lahir. Atau kita sering lihat WhatsApp diretas,” ucapnya. (Kunthi Fahmar Sandy/Rina Anggraeni/FW Bahtiar)
(ysw)
Lihat Juga :