Bikin Ternak Unggas Modern, Kementan Diminta Susun Peta Jalan

Kamis, 12 November 2020 - 10:16 WIB
"Kuota diberikan hanya untuk yang memiliki fasilitas GPS & PS farm, dan jumlahnya menggunakan indeks bobot berdasarkan; (i) jumlah investasi (investasi RPHU/Rumah Potong Hewan Unggas & cold storage), (ii) banyaknya mitra peternak rakyat, (iii) jumlah ekspor, dan (iv) kepatuhan terhadap program pemerintah," bebernya.

Baca Juga: Trump Dicap 'Bebek Lumpuh', tapi Miliki 75 Hari Kekuasaan Tanpa Batas

Selain itu, membuat data transparan, real time dan online sehingga lebih akurat dan dapat dilakukan pengawasan bersama oleh perusahaan, asosiasi, pemerintah, mediamassa, dan publik. Data tersebut dipublikasikan di web portal secara terbuka.

"Data yang perlu diawasi antara lain data kuota impor GPS, termasuk mekanisme pemberian kuota, data target dan realisasi cutting HE dan afkir dini PS, serta Berita," katanya. Lalu, mendorong ekspor unggas sebagai upaya untuk memperluas pasar, menjaga eksistensi perunggasan nasional, serta meningkatkan daya saing industri perunggasan secara keseluruhan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!