Perbankan Dituntut Gunakan Teknologi Berbasis Kecerdasan Buatan

Kamis, 12 November 2020 - 23:23 WIB
PT Anabatic Digital Raya bekerja sama dengan Huawei Indonesia menawarkan solusi infrastruktur Jaringan, yang komprehensif. Foto/Ist
JAKARTA - Menurut Huawei Global Industry Vision (GIV) 2025, pada tahun 2025 diperkirakan akan ada 100 miliar koneksi dan 6,2 miliar orang akan memiliki akses ke internet. Selain itu, 85% aplikasi perusahaan akan berbasis cloud. Dengan penggunaan cloud di lingkungan perusahaan yang semakin dalam dan transformasi digital yang semakin cepat, industri perbankan perlu terus meningkatkan layanannya dengan menghadirkan infrastruktur jaringan yang semakin efisien untuk memenuhi kebutuhan nasabah.

Terlebih dalam situasi pandemi saat ini dimana industri didorong untuk mempercepat transformasi digital di semua sektor di Indonesia ke level selanjutnya. Tren ini sendiri menimbulkan banyak tantangan baru bagi perbankan untuk memenuhi kebutuhan jaringan dalam meningkatkan kapasitas, kehandalan dan keamanan jaringan sejalan dengan pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat terutama ditengah kondisi pandemi saat ini.



Guna mengoptimalkan pemanfaatan bandwidth untuk menjamin peningkatan layanan kepada nasabah, bank disarankan untuk meningkatkan infrastruktur jaringan dengan mengimplementasikan metode yang layak melibatkan peningkatan infrastruktur jaringan secara digital, menuju generasi selanjutnya dengan mengimplementasikan Intelligent IP Network atau jaringan yang berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

(Baca Juga : Restrukturisasi Kredit Gairahkan Industri Perbankan)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!