Ekspor Bisa Pulih Lebih Cepat Seiring Membaiknya Permintaan di China
Senin, 16 November 2020 - 14:04 WIB
Menurut dia, selama konsumen kelas menengah dan atas masih menahan belanja, maka industri tidak berani menambah stok pasokan bahan baku termasuk bahan baku impor.
Selain itu dari sisi impor barang konsumsi juga mengalami minus 7,58% dibanding bulan sebelumnya. "Padahal pelaku usaha kan biasanya stok impor barang konsumsi untuk mempersiapkan Harbolnas 11.11 pada bulan berikutnya," ungkap dia.
(Baca juga: Infinix Gondol Predikat Penjualan Ponsel Terlaris di Harbolnas 11.11 Lazada )
Selain itu, penjualan lewat e-commerce meskipun naik tapi belum bisa mengimbangi penurunan tajam pada ritel konvensional. "Ini berarti konsumsi memang belum pulih," kata dia.
Sementara dari kinerja ekspor non migas ada kenaikan 3,54% secara month to month. Ekspor disupport oleh perbaikan permintaan di China yang naik 8,9% dibanding bulan sebelumnya.
Selain itu dari sisi impor barang konsumsi juga mengalami minus 7,58% dibanding bulan sebelumnya. "Padahal pelaku usaha kan biasanya stok impor barang konsumsi untuk mempersiapkan Harbolnas 11.11 pada bulan berikutnya," ungkap dia.
(Baca juga: Infinix Gondol Predikat Penjualan Ponsel Terlaris di Harbolnas 11.11 Lazada )
Selain itu, penjualan lewat e-commerce meskipun naik tapi belum bisa mengimbangi penurunan tajam pada ritel konvensional. "Ini berarti konsumsi memang belum pulih," kata dia.
Sementara dari kinerja ekspor non migas ada kenaikan 3,54% secara month to month. Ekspor disupport oleh perbaikan permintaan di China yang naik 8,9% dibanding bulan sebelumnya.
Lihat Juga :