Walah! Ekspor Perhiasan Mendadak Ambrol

Senin, 16 November 2020 - 14:53 WIB
Selanjutnya ada ekspor alas kaki yang juga mengalami peningkatan sebesar USD82,6 juta menjadi USD408,7 juta. Lalu ada ekspor mesin dan perlengkapan elektrik yang meningkat USD59,7 juta atau setara kenaikannya sebesar 7,07% menjadi USD904,3 juta. "Kemudian beberapa komoditas lain, bahan bakar mineral, biji perak, alas kaki, mesn dan perlengkapan elektrik terjadi peningkatan terbesar," jelasnya.

Sementara itu, untuk komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah logam mulia, perhiasan atau permata. Komoditas ini mengalami penurunan sebesar USD188,1 juta menjadi USD150 juta atau sekitar 20,34% penurunannya. Di samping itu, ada komoditas pakaian dan aksesorisnya yang bukan rajutan yang mengalami penurunan USD85,8 juta menjadi USD232,6 juta. "Kemudian komoditas pupuk mengalami penurunan nilai ekspor USD67,1 juta menjadi USD17,1 juta," ungkapnya.

Baca Juga: Kinerja Ekspor RI Ngegas Tipis-tipis, Sektor Non Migas Jadi Andalan

Kemudian ada ekspor kapal, perahu dan strukturnya dengan penurunan ekspor mencapai USD32,2 juta menjadi USD1,7 juta. Dan terakhir ada pakaian dan aksesorisnya (rajutan) yang mengalami penurunan ekspor sebesar USD25,7 juta menjadi USD291,9 juta. "Selain ada peningkatan terbesar terkait ekspor non migas juga beberapa komoditas juga mengalami penurunan yang terbesar utamanya logam mulia, perhiasan permata," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!