Bank Bukopin Raih DPK dari Korean Link Business Rp920 Miliar

Selasa, 17 November 2020 - 08:35 WIB
Menurut Rivan, pengaruh KB Kookmin Bank sebagai PSP yang menjadikan Bank Bukopin sebagai bagian dari KB Financial Grup (KBFG) juga direspons baik oleh investor di pasar modal dan mampu untuk meningkatkan kembali kepercayaan nasabah. Hal ini terlihat dari peringkat korporasi Bank Bukopin meningkat menjadi idAA (Pefindo) dan idAAA (Fitch Rating). (Baca juga: Tips Mudah Mengelola Hipertensi)

Saat ini Bank Bukopin fokus dalam penyelesaian permasalahan likuiditas dan bad bank. Untuk memaksimalkan sinergi Bank Bukopin dan KB bekerja sama dengan salah satu konsultan manajemen internasional untuk menyusun strategi bank dalam rangka peningkatan kinerja dan transformasi. “Di bawah kepemilikan dan dukungan KB, Bukopin bercita-cita menjadi 10 bank teratas di Indonesia pada tahun 2025,” tandasnya.

Lebih lanjut Rivan menuturkan, saat ini industri perbankan masih dihadapkan dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat sebagai dampak dari Covid-19. Terbatasnya permintaan domestik berdampak pada menurunnya repayment capacity debitur berpotensi untuk meningkatkan Non Performing Loan (NPL). (Baca juga: Arab Saudi Tutup Kembali Izin Umrah untuk Jamaah Indonesia)

“Sebagai upaya untuk mengantisipasi risiko kredit di masa depan dan menjaga rasio NPL nett kurang dari 5%, Bukopin telah membukukan tambahan beban CKPN yang cukup untuk menjaga rasio NPL kurang dari 5%,” tandas Rivan. (Kunthi Fahmar Sandy)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!