Booming Zoom, Jepang Pimpin Jalan Keluar dari Resesi Akibat Pandemi Covid-19
Selasa, 17 November 2020 - 07:42 WIB
Kawasan Asia juga akan mendapatkan dorongan setelah meneken kesepakatan mega perdagangan bebas ASEAN plus yang disepakati selama akhir pekan kemarin, atau yang disebut Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Negara termasuk China, Korea Selatan, Australia, dan Singapura juga ikut di dalamnya.
Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Jepang melesat sebesar 5% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, yang ekonominya menyusut 8,2%. Perputaran ini menjadi laju tercepat dalam rekor pertumbuhan ekonomi Jepang. Pada tingkat tahunan, dengan asumsi pertumbuhan ini berlanjut selama 12 bulan, mewakili ekspansi 21,4%.
PDB untuk kuartal kedua, yang mencakup April hingga Juni, adalah angka terburuk Jepang sejak data tersedia pada tahun 1980 - lebih buruk daripada krisis keuangan global 2008. Bounceback adalah berita selamat datang bagi pemerintah Jepang yang telah menghindari langkah-langkah lockdown yang sulit terlihat di beberapa negara lain.
(Baca Juga: Hati-hati Melangkah dalam Perdagangan Bebas ASEAN Plus, Bisa-bisa RI Cuman Jadi Pasar )
Sementara itu ekonomi global secara keseluruhan diperkirakan akan mengalami kontraksi sebesar 4,4% tahun ini, sedangkan AS akan menyusut 4,3% menurut Dana Moneter Internasional. Namun, ekonomi Asia memimpin dalam hal menunjukkan tanda-tanda pemulihan. China tetap berada di jalur untuk tumbuh sekitar 2% tahun ini.
Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Jepang melesat sebesar 5% dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, yang ekonominya menyusut 8,2%. Perputaran ini menjadi laju tercepat dalam rekor pertumbuhan ekonomi Jepang. Pada tingkat tahunan, dengan asumsi pertumbuhan ini berlanjut selama 12 bulan, mewakili ekspansi 21,4%.
PDB untuk kuartal kedua, yang mencakup April hingga Juni, adalah angka terburuk Jepang sejak data tersedia pada tahun 1980 - lebih buruk daripada krisis keuangan global 2008. Bounceback adalah berita selamat datang bagi pemerintah Jepang yang telah menghindari langkah-langkah lockdown yang sulit terlihat di beberapa negara lain.
(Baca Juga: Hati-hati Melangkah dalam Perdagangan Bebas ASEAN Plus, Bisa-bisa RI Cuman Jadi Pasar )
Sementara itu ekonomi global secara keseluruhan diperkirakan akan mengalami kontraksi sebesar 4,4% tahun ini, sedangkan AS akan menyusut 4,3% menurut Dana Moneter Internasional. Namun, ekonomi Asia memimpin dalam hal menunjukkan tanda-tanda pemulihan. China tetap berada di jalur untuk tumbuh sekitar 2% tahun ini.
Lihat Juga :