Premium Hilang, Bisnis Angkutan Umum Tambah Meriang
Kamis, 19 November 2020 - 13:50 WIB
Ateng mengatakan, situasi pandemi saat ini menjadikan okupansi angkutan umum rendah. Hal ini terjadi secara menyeluruh di Indonesia. "Angkutan perkotaan kisaran okupansinya hanya 30-40%. Nanti mereka dibebani lagi dengan dihapusnya premium yang mengharuskan mereka membeli pertalite," tambahnya.
Hal ini juga dinilai akan berdampak terhadap masyarakat yang juga disulitkan oleh pandemi. Dengan posisi sekarang, beban masyarakat untuk kebutuhan hidupnya sendiri sedang kesulitan.
Situasi ini nantinya menjadi beban luar biasa bagi masyarakat dan juga pada industri. Industri angkutan umum akan terkoreksi luar biasa.
(Baca juga: Premium Dihapus, Organda Minta Pertalite Harga Khusus )
"Demand sekarang sudah rendah, kasihan captive market kami yang harus selalu menggunakan angkutan dan operator kami yang merasakan bila kenaikan harga bahan bakar dan tarif angkutan cukup ekstrim," pungkasnya.
Hal ini juga dinilai akan berdampak terhadap masyarakat yang juga disulitkan oleh pandemi. Dengan posisi sekarang, beban masyarakat untuk kebutuhan hidupnya sendiri sedang kesulitan.
Situasi ini nantinya menjadi beban luar biasa bagi masyarakat dan juga pada industri. Industri angkutan umum akan terkoreksi luar biasa.
(Baca juga: Premium Dihapus, Organda Minta Pertalite Harga Khusus )
"Demand sekarang sudah rendah, kasihan captive market kami yang harus selalu menggunakan angkutan dan operator kami yang merasakan bila kenaikan harga bahan bakar dan tarif angkutan cukup ekstrim," pungkasnya.
(ind)
Lihat Juga :