Pasar Domestik Jadi Penguat Ketahanan Pangan

Sabtu, 21 November 2020 - 08:35 WIB
Ia pun memprediksi, belanja daring dan digitalisasi akan menjadi penunjang peran pasar domestik yang mempengaruhi sektor pertanian. Oleh sebab itu, penguasaan internet menjadi kunci bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku agribisnis untuk bertahan hidup.

Para pelaku agribisnis pun mengakui adanya variasi harga pangan di pasaran dengan margin yang besar antara hulu dan hilir. Namun, semuanya bisa diminimalisir dengan pemanfaatan teknologi. Rantai distribusi panjang menjadi salah satu faktor penyebab selisih harga yang diterima petani dan yang harus dibayar konsumen masih cukup besar. (Baca juga: Respons Kekebalan Terhadap Virus Corona Bertahan Lebih dari 6 Bulan)

"Harga yang dibayar pembeli hanya sekian persen saja yang dinikmati petani dan nelayan. Ketimpangan ini terjadi karena biaya mahal yang dibayar pembeli hilang di tengkulak yang tidak efisien di rantai pasok sktor pangan, padahal dengan teknologi bisa relatif lebih murah dan bahkan gratis," kata William Tanuwijaya, CEO & Co Fonder Tokopedia.

Adopsi teknologi yang masif selama pandemi bisa menjadi momentum dan kesempatan tersendiri bagi petani dan nelayan. Dengan demikian, petani dan nelayan bisa memperoleh pendapatan yang lebih baik dan konsumen bisa memperoleh harga yang lebih terjangkau.

"Pandemi ini menghadirkan kesempatan besar. Dengan adopsi teknologi, jika sisi hulu bisa berkolaborasi untuk pemerataan akses ke hilir maka lingkaran setan (rantai pasok panjang makanan) bisa kita putus," kata William. (Lihat videonya: Siswi SD di Gowa Buta Usai Belajar Daring 4 Jam)

Sektor pangan pun disebutnya bakal menjadi bisnis yang menjanjikan pada masa mendatang karena banyak negara tengah dihadapi oleh risiko krisis pangan seiring bertambahnya populasi. Dengan keadaan geografis yang mendukung aktivitas pertanian dan melimpahnya sumber daya alam, William menilai Indonesia bisa terus memanfaatkan sektor ini sebagai penggerak ekonomi. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!