Pemda Dukung Pembangunan Pertanian Nasional
Selasa, 24 November 2020 - 20:42 WIB
(Baca juga:Penyuluh Pertanian Lapangan Wajib Dampingi Petani Dikampung)
Mengacu instruksi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa Laput Kementan meliputi ketersediaan komoditas strategis, jumlah penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), peningkatan ekspor, penurunan losses, angka stunting, menurunkan daerah rawan pangan, petani milenial, investasi, SDM pertanian dan jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh BPP KostraTani.
“KostraTani tempat kita berkumpul dengan cara-cara baru. Kita tinggalkan pola lama. Cara usang yang tidak cocok lagi untuk mengelola pertanian. Kita gunakan pendekatan teknologi 4.0 untuk satukan petani dengan penyuluh di daerah dengan Kementan di Jakarta. Kita hapus sekat pusat dan daerah,” kata Mentan dikutip Dedi Nursyamsi.
Di hadapan 300-an partisipan virtual meeting dan lebih 5.000 pemirsa live streaming MSPP, Dedi Nursyamsi mengajak penyuluh bekerja keras mendukung input data Laput. Pasalnya, ada beberapa BPP KostraTani yang belum melaporkan maupun baru sebagian mengacu monitoring dan evaluasi (Monev) pada Oktober 2020.
(Baca juga:Kementan Beri Pembekalan ToT SIMURP pada Penyuluh Pertanian)
BPP Setia di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh mengurai kendala internet WiFi dan listrik hambat entry data Laput untuk November 2020. Kendala serupa dikemukakan sejumlah BPP di Kabupaten Morowali, Sulteng, begitu pula di Pasuruan, Jatim. Kostrada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel mengakui satu BPP lupa password untuk entry data, hambat 15 BPP lainnya.
Mengacu instruksi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa Laput Kementan meliputi ketersediaan komoditas strategis, jumlah penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR), peningkatan ekspor, penurunan losses, angka stunting, menurunkan daerah rawan pangan, petani milenial, investasi, SDM pertanian dan jumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh BPP KostraTani.
“KostraTani tempat kita berkumpul dengan cara-cara baru. Kita tinggalkan pola lama. Cara usang yang tidak cocok lagi untuk mengelola pertanian. Kita gunakan pendekatan teknologi 4.0 untuk satukan petani dengan penyuluh di daerah dengan Kementan di Jakarta. Kita hapus sekat pusat dan daerah,” kata Mentan dikutip Dedi Nursyamsi.
Di hadapan 300-an partisipan virtual meeting dan lebih 5.000 pemirsa live streaming MSPP, Dedi Nursyamsi mengajak penyuluh bekerja keras mendukung input data Laput. Pasalnya, ada beberapa BPP KostraTani yang belum melaporkan maupun baru sebagian mengacu monitoring dan evaluasi (Monev) pada Oktober 2020.
(Baca juga:Kementan Beri Pembekalan ToT SIMURP pada Penyuluh Pertanian)
BPP Setia di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh mengurai kendala internet WiFi dan listrik hambat entry data Laput untuk November 2020. Kendala serupa dikemukakan sejumlah BPP di Kabupaten Morowali, Sulteng, begitu pula di Pasuruan, Jatim. Kostrada di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel mengakui satu BPP lupa password untuk entry data, hambat 15 BPP lainnya.
Lihat Juga :