Ledakan PHK Makin Ngeri, 2,67 Juta Orang Nganggur Dadakan
Sabtu, 28 November 2020 - 19:51 WIB
Dia menambahkan, pada tahun ini lapangan kerja yang tercipta terbatas bahkan cenderung menyusut karena penduduk usia kerja yang terdampak pandemi cukup besar, di mana jumlahnya mencapai 29,12 juta orang atau 14,28 persen dari penduduk usia kerja.
Dari jumlah tersebut 2,56 juta orang menjadi pengangguran, bukan angkatan kerja 0,76 juta orang, dirumahkan atau sementara tidak kerja 1,77 juta orang dan mengalami pengurangan jam kerja 24,03 juta orang. "Belum lagi ada angkatan kerja baru yang masuk pasar kerja sebanyak 2,36 juta orang. Mereka ini harus bersaing mencari pekerjaan dengan yang terdampak pandemi," katanya.
Baca Juga: 150 Ribu Pekerja Gak Dapat BLT, Menaker: Mungkin Nyasar ke Rekening Mertua
Mahatmi menyampaikan, sebelum pandemi melanda Tanah Air, tingkat pengangguran sudah sesuai yang diharapkan pemerintah, yang mana pada tahun 2019, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai angka 5,23 persen."Namun, dengan adanya pandemi yang berdampak secara global para pelaku usaha banyak yang terdampak akibat permintaan yang menyusut sehingga mereka beramai ramai terpaksa harus mengurangi kegiatan usahanya," ucapnya.
Dari jumlah tersebut 2,56 juta orang menjadi pengangguran, bukan angkatan kerja 0,76 juta orang, dirumahkan atau sementara tidak kerja 1,77 juta orang dan mengalami pengurangan jam kerja 24,03 juta orang. "Belum lagi ada angkatan kerja baru yang masuk pasar kerja sebanyak 2,36 juta orang. Mereka ini harus bersaing mencari pekerjaan dengan yang terdampak pandemi," katanya.
Baca Juga: 150 Ribu Pekerja Gak Dapat BLT, Menaker: Mungkin Nyasar ke Rekening Mertua
Mahatmi menyampaikan, sebelum pandemi melanda Tanah Air, tingkat pengangguran sudah sesuai yang diharapkan pemerintah, yang mana pada tahun 2019, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai angka 5,23 persen."Namun, dengan adanya pandemi yang berdampak secara global para pelaku usaha banyak yang terdampak akibat permintaan yang menyusut sehingga mereka beramai ramai terpaksa harus mengurangi kegiatan usahanya," ucapnya.
(nng)
Lihat Juga :