Harapan dari Patimban

Selasa, 01 Desember 2020 - 06:20 WIB
Jalur penghubung utama ke Pelabuhan Patimban sebelumnya telah selesai dibangun sepanjang 8,2 kilometer (km). Jalur ini akan digunakan dalam jangka pendek sambil menunggu penyelesaian pembangunan akses tol Pelabuhan Patimban. Nantinya, akses tol ke Patimban akan dibuat melauli exit tol Cipali di Km 189 Cipendeuy. Akses tol sepanjang 37 km itu ditargetkan rampung pada 2023. (Baca juga: Meski Pandemi, Milenial Bisa Berinvestasi Sambil Rebahan)

“Jalan penghubung saat ini yang tersedia menuju Pelabuhan Pelabuhan Patimban adalah jalan nasional dari Cikopo ke Patimban maupun menuju Pantura Cirebon,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian Jumat (27/11) lalu.

Dia menambahkan, dengan keberadaan jalan tol tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas untuk kawasan-kawasan dan pusat pertumbuhan ekonomi di Patimban.

Menurut Hedy, pemerintah akan terus menambah akses ke kawasan-kawasan pusat pertumbuhan, mengingat akses utama jalan tol dari pelabuhan Tanjung priok yang sebelumnya pelabuhan utama sudah sangat padat.

Kawasan Bisnis Terpadu

Pengembangan kawasan Pelabuhan Patimban diperkirakan bakal menjadi stimulan bagi munculnya pusat ekonomi di koridor utara Jawa Barat. Proyek ini pun disambut baik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang meresponsnya dengan rencana pembangunan kawasan terpadu untuk area komersil maupun residensial. (Baca juga: Bikin Penasaran, Monolit Misterius di Gurun AS Kini Menghilang)

Bahkan sudah ada emiten properti yang menyatakan siap membanguan kawasan terpadu seluas 400 hektare. Proyek ini sejalan dengan rencana Pemprov Jawa Barat yang akan mengembangkan kawasan metropolitan baru yang disebut Kota Rebana. Kawasan ini ini nantinya akan meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon.

Kawasan ini juga diharapkan dapat menyerap banyak tenaga kerja dari industri maupun infrastruktur yang ada di sana. Perihal tenaga kerja ini, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan pernah berujar bahwa proyek patimban bisa menyerap 4,3 juta tenaga pada 10 tahun ke depan. (Lihat videonya: Semburan Gas Beracun di Indramayu Resahkan Warga Setempat)

Pembangunan Metropolitan Rebana itu juga telah disepakati oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama bupati/wali kota terkait pada West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Kota Bandung pertengahan November 2020 lalu. Tidak hanya menjadi pusat industri manufaktur, pembangunan Metropolitan Rebana juga dikombinasikan dengan konsep perkantoran dan rumah tinggal. (Ichsan Amin/Giri Hartomo)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!