Ini Strategi Adira Insurance Bertahan di Masa Pandemi
Kamis, 03 Desember 2020 - 17:10 WIB
Strategi perseroan dalam memenangkan pasar adalah dengan fokus kepada pelanggan untuk memberikan nilai lebih serta menggunakan data analitik untuk mendorong pertumbuhan premi. Dia menyebut, saat ini Zurich memegang 80% saham Adira Insurance dan menjadi asuransi umum internasional teratas di Indonesia.“Indonesia merupakan salah satu pasar yang sangat penting bagi Zurich, kami melihat peluang yang sangat besar di industri asuransi di Indonesia," katanya.
Perseroan pun berkomitmen untuk memberikan perlindungan komprehensif untuk masyarakat Indonesia melalui asuransi jiwa, asuransi umum konvensional dan Syariah. Sinergi ini akan membawa banyak peluang bagi Adira Insurance dan juga bisnis Zurich di Indonesia.
Sementara itu, PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) yang diakuisi Zurich Insurance Company (Zurich) pada November tahun lalu berhasil membukukan premi bruto kuartal III/2020 senilai Rp1,5 triliun. Angka tersebut naik sebesar 23,1% (yoy) dari kuartal III/2019 senilai Rp 1,22 triliun.
Perseroan juga merupakan lima perusahaan asuransi umum teratas yang tetap tumbuh berdasarkan rekapitulasi kinerja asuransi umum berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2020 yang dipublikasikan.
Hassan Karim mengatakan, dampak dari pandemi ini bukan hanya secara kesehatan, namun secara finansial dan psikologis."Namun, dalam masa yang penuh ketidakpastian inilah peran perusahaan asuransi menjadi sangat penting, untuk hadir bagi pelanggan serta memberikan dukungan dan perlindungan yang komprehensif,” katanya.
Perseroan pun berkomitmen untuk memberikan perlindungan komprehensif untuk masyarakat Indonesia melalui asuransi jiwa, asuransi umum konvensional dan Syariah. Sinergi ini akan membawa banyak peluang bagi Adira Insurance dan juga bisnis Zurich di Indonesia.
Sementara itu, PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) yang diakuisi Zurich Insurance Company (Zurich) pada November tahun lalu berhasil membukukan premi bruto kuartal III/2020 senilai Rp1,5 triliun. Angka tersebut naik sebesar 23,1% (yoy) dari kuartal III/2019 senilai Rp 1,22 triliun.
Perseroan juga merupakan lima perusahaan asuransi umum teratas yang tetap tumbuh berdasarkan rekapitulasi kinerja asuransi umum berdasarkan laporan keuangan kuartal III/2020 yang dipublikasikan.
Hassan Karim mengatakan, dampak dari pandemi ini bukan hanya secara kesehatan, namun secara finansial dan psikologis."Namun, dalam masa yang penuh ketidakpastian inilah peran perusahaan asuransi menjadi sangat penting, untuk hadir bagi pelanggan serta memberikan dukungan dan perlindungan yang komprehensif,” katanya.
Lihat Juga :