Kabar Gembira bagi Pemilik Kebun Sawit, Harga CPO Tinggi hingga Pertengahan Tahun Depan

Jum'at, 04 Desember 2020 - 13:55 WIB
(Baca juga:Harga CPO Siap Meroket Tahun Depan, Ini Pemicunya)

Mielke mengatakan, produksi minyak sawit lebih rendah dari ekspektasi. Hal ini terjadi terutama dari bulan Juli sampai September 2020. Produksi minyak sawit dunia turun hampir di atas 8 juta ton, terutama di Indonesia.

Sementara itu, analis komoditas dari Godrej International Dorab Mistry mengatakan produksi minyak sawit Indonesia tahun 2020 juga hanya 1 juta ton lebih tinggi dibandingkan 2019. Rendahnya suplai ini menyebabkan tingginya harga minyak sawit di pasar global.

“Proyeksi tahun 2021 kami perkirakan produksi 20 juta dari Malaysia dan 50 juta dari Indonesia, atau secara global produksi minyak sawit meningkat total 4 juta ton dibandingkan tahun 2020,” kata Dorab.

Dorab Mistry mengungkapkan permintaan pasar akan kembali normal seiring dengan pemulihan ekonomi yang terjadi pascacovid-19 terutama di negara China dan India pada 2021. Beralih ke pasar Amerika Serikat, Managing Director CollisiAgra Emily French menambahkan bahwa permintaan minyak nabati Amerika Serikat akan sangat dipengaruhi kebijakan yang ramah lingkungan di bawah pemerintahan Joe Biden.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!