Pengaruh UU Cipta Kerja Sampai hingga Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus

Selasa, 08 Desember 2020 - 07:09 WIB
(Baca Juga: UU Cipta Kerja Hadir, 2021 Akan Jadi Tahunnya Sektor Industri Non-Migas )

Menurutnya, masalah rendahnya EoDB atau kemudahan berusaha di Indonesia itu disebabkan beberapa hal. Yang paling utama adalah korupsi dan birokrasi pemerintahan yang tidak efisien yang menyebabkan proses perizinan menjadi lama.

“(Di Indonesia) untuk memulai bisnis itu ada 11 prosedur dan membutuhkan waktu 25 hari. Ini cukup lama jika dibandingkan dengan beberapa negara Asean lainnya,” ungkap Arisman mengutip data World Competitiveness Report 2018.

Selain harus didukung dengan kebijakan regulasi dan birokrasi, KEK juga harus didukung dengan infrastruktur fisik yang baik. Terutama akses jalan. “Vietnam dan China membangun akses jalan ke kawasan industri itu cukup besar,” imbuh Arisman.

Selain melihat sisi positif UU Cipta Kerja tehadap pengembangan KEK, Arisman memberi catatan tentang pentingnya pembangunan ekonomi berkelanjutan yang mempertimbangkan aspek sosial dan lingkungan. Untuk itu ia berharap aspek lingkungan tetap diprioritaskan dalam meningkatan investasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!