BPD Harus Berani Cegah Intervensi Luar, Perkuat Juga Anti Pencucian Uang
Selasa, 08 Desember 2020 - 17:48 WIB
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri meminta, Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjauhkan diri dari kepentingan kepentingan yang tidak terkait dengan kegiatan usahanya. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri meminta, Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjauhkan diri dari kepentingan kepentingan yang tidak terkait dengan kegiatan usahanya. Dia juga mendorong BPD untuk berani mencegah intervensi dari berbagai pihak yang dapat melanggar prinsip kehati-hatian, profesionalisme, dan integritas sistem keuangan.
“BPD bisa menjadi pelopor pencegahan korupsi di level daerah,” kata Firli secara virtual di Jakarta, Selasa (8/12/2020).
(Baca Juga: Bertahan di Tengah Pandemi, OJK Beri 'Tepuk Tangan' untuk BPD )
Sementara itu Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae menekankan, bahwa BPD sepatutnya terus meningkatkan efektivitas implementasi program anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT). Dimana hal itu mencakup penerapan Prinsip Mengenali pengguna Jasa.
“BPD bisa menjadi pelopor pencegahan korupsi di level daerah,” kata Firli secara virtual di Jakarta, Selasa (8/12/2020).
(Baca Juga: Bertahan di Tengah Pandemi, OJK Beri 'Tepuk Tangan' untuk BPD )
Sementara itu Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae menekankan, bahwa BPD sepatutnya terus meningkatkan efektivitas implementasi program anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU-PPT). Dimana hal itu mencakup penerapan Prinsip Mengenali pengguna Jasa.
Lihat Juga :