Punya Potensi Besar, Bisnis Sawit 'Nggak Ada Matinya'

Rabu, 09 Desember 2020 - 16:32 WIB
Dia menambahkan, nilai ekspor minyak sawit memang mengalami penurunan, dimana pada tahun 2017 nilai ekspor minyak sawit mencapai 23,20 miliar dolar AS dengan porsi 14,83 persen terhadap APBN. Lalu, pada tahun 2018 nilai ekspor minyak sawit mengalami penurunan menjadi 22,08 miliar dolar AS yang terjadi karena penurunan harga komoditas global, sehingga porsi terhadap APBN hanya mencapai 13,32 persen.

Pada 2019 juga terjadi pelemahan nilai komoditas global yang menyebabkan nilai ekspor minyak sawit Indonesia hanya mencapai 19,24 miliar dolar AS dengan porsi terhadap APBN 11,73 persen. "Nah, ini menjadi tantangan bagi kita semua supaya penurunan ini tidak terjadi terus menerus. Kita perkirakan di 2020 ini terjadi sedikit peningkatan nilai ekspor, kami perkirakan mencapai 20 miliar dolar AS lebih," kata dia.

Baca Juga: Nilai Ekspor Capai USD21,4 Miliar, Sawit Sumbang Devisa Terbesar

Meskipun nilai ekspor minyak sawit mengalami penurunan, Rapolo mengatakan, volume ekspor oleochemical terus mengalami peningkatan, bahkan, pada tahun 2020 diperkirakan akan mencapai 3,73 juta ton. Hal ini disebabkan berdasarkan data hingga Oktober 2020, volume ekspor oleochemical sudah mencapai 3,2 juta ton. "Untuk pertama kalinya, volume ekspor oleochemical bisa mencapai 4 juta ton dengan nilai ekspor oleochemical kita perkirakan bisa lebih dari 2,6 miliar dolar AS," ucapnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!