Terungkap! Sabun hingga Mie Instan Buatan RI Paling Diburu di Afrika

Jum'at, 11 Desember 2020 - 21:14 WIB
Mengenai investasi Indonesia, tercatat ada 30 perusahaan yang berinvestasi di Afrika,15 diantaranya di Nigeria. Sementara dua terbesar ada di Ethiopia, di mana, ada 5 perusahaan yang berinvestasi, sementara sisanya tersebar di berbagai negara seperti Kenya, Gabon, Mozambik Aljazair, dan negara lainnya.

Bahkan, pada 2019 nilai perdagangan Indonesia dengan Afrika mencapai 4,36 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Surplus untuk Indonesia sebesar 658,6 juta dolar AS. "Perusahaan yang berinvestasi di Indonesia diperkirakan akan semakin meningkat dikarenakan pasar dan prospek ekonomi semakin baik. Perwakilan Indonesia di Afrika semakin bekerja keras untuk melakukan diplomasi ekonomi setelah diinstruksikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi," katanya.

Sebab lain Indonesia berpeluang besar masuk di pasar Afrika karena hubungan kedua negara itu sendiri. Indonesia memiliki hubungan yang sangat baik dengan negara-negara di benua Afrika. Misalnya, penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika yang diselenggarakan di Bandung pertama kali pada April 1955.

Dalam konferensi tersebut, ada enam negara Afrika termasuk Ethiopia, hadir dalam konferensi tersebut. Padahal pada waktu itu, Indonesia dan Ethiopia belum memiliki hubungan diplomatik. Hubungan diplomatik kedua negara baru dimulai setelah konferensi Asia Afrika pada tahun 1961.

Baca Juga: Investasi Tiga Dekade, INKA Siap Bangun Pabrik Kereta di Afrika

Tak sampai di situ, pada 2018 Indonesia menyelenggarakan dan juga menjadi tuan rumah Indonesia Africa Forum. Pemerintah juga menggelar Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) pada Agustus 2019 lalu. Indonesia Africa forum menghasilkan kesepakatan bisnis sebesar 586,56 juta dolar AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!