Ekspor Terus Menguat, Dompet Pekebun Sawit Makin Tebal

Selasa, 15 Desember 2020 - 13:10 WIB
Meningkatnya permintaan ekspor dan domestik akan mendongkrak pendapatan industri dan para pekebun sawit. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat ekspor produk minyak sawit bulan Oktober 2020 mencapai 3,028 juta ton, naik 9,5% dibandingkan dengan bulan September. Sementara, secara nilai terjadi kenaikan 10,7% menjadi USD2,07 miliar dari USD1,87 miliar pada bulan September 2020.

"Tren ekspor, konsumsi dalam negeri dan harga yang juga terus meningkat akan meningkatkan peran industri minyak sawit dalam perekonomian negara dan pendapatan pekebun," ujar Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono dalam keterangan tertulis, Selasa (15/12/2020).



(Baca Juga: Tarif Ekspor Naik, Tren Harga Sawit Positif)

Dia menjelaskan, kenaikan yang tinggi terjadi pada produk olahan minyak sawit menjadi 1,95 juta ton dari 1,76 juta ton pada September (10,7%) dan produk oleokimia menjadi 408.000 ton dari 313.000 ton pada bulan September (30,3%).

Secara tahunan (year on year/YoY) sampai dengan Oktober, volume ekspor 2020 masih lebih rendah yakni -10,8% dibandingkan 2019. Namun, secara nilai lebih tinggi 14,8% yang disebabkan harga rata-rata bulanan sampai dengan Oktober pada tahun 2020 mencapai USD676 per ton dibandingkan tahun 2019 yang hanya mencapai USD535 per ton (cif Rotterdam).

Adapun berdasarkan negara tujuan, kenaikan ekspor tertinggi terjadi untuk tujuan India yang naik dari 351.950 ton pada bulan September menjadi 481.690 ton pada bulan Oktober (36,86%). Diikuti dengan ke Amerika Serikat yang naik 44.310 ton menjadi 150.630 ton (41,68%).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!