Investasi Bodong Marak, Psikologi Ingin Cepat Kaya Bikin Mudah Terjebak

Rabu, 16 Desember 2020 - 17:03 WIB
Sebenarnya pemerintah sudah banyak memberikan informasi yang cukup lengkap kepada masyarakat agar terhindar dari maraknya investasi bodong. Salah satunya adalah dengan adanya deputi edukasi dan perlindungan konsumen yang diharapkan memberikan banyak informasi kepada masyarakat agar lebih cerdas dalam melakukan investasi.

(Baca Juga: Satgas SWI Blokir 349 Investasi Bodong dan 1.026 Fintech Ilegal )

Saat ini psikologi di masyarakat Indonesia, baik yang berpendidikan tinggi maupun yang berpendidikan rendah masih tergiur dengan proses instant dalam berbisnis dan ingin cepat kaya dan sukses dalam sekejab. Psikologi masyarakat ini dimanfaatkan oleh para penipu.

"Dengan memberikan imbalan hasil investasi yang cepat dan prosentase yang cukup tinggi yang secara nalar bisnis tidak masuk akal. Yang lebih menyedihkan lagi, investasi abal-abal ini biasanya malah ditawarkan orang-orang yang dekat dengan korban," ungkapnya.

Dengan memberikan memberikan bukti "sedikit hasil" yang telah mereka peroleh dan sebenarnya orang dekat yang menawarkan tersebut juga merupakan korban yang sudah masuk dalam lingkaran bisnis penipu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!