Tabungan Orang Kaya di Atas Rp5 Miliar Penyumbang Terbesar, DPK Masih Tinggi di 2021

Selasa, 22 Desember 2020 - 15:59 WIB
Sejalan dengan lemahnya permintaan domestik tersebut, pertumbuhan kredit perbankan terkontraksi sebesar -1.4% di bulan November 2020. Dirinya pun menilai, pertumbuhan kredit akan positif kemungkinan baru terlihat di tahun 2021 yang diperkirakan maksimal berada di 5%.

(Baca Juga: Kehadiran Bank Digital Diyakini Bakal Perkuat Industri Perbankan Indonesia )

Kebijakan restrukturisasi kredit serta pelonggaran penilaian kualitas kredit oleh pemerintah dan OJK sementara ini masih membantu terjaganya rasio NPL di bawah 5%. Secara umum kondisi perbankan Indonesia masih cukup kuat dengan rasio kecukupan modal yang tetap tinggi pada 23.7% di bulan Oktober.

Prospek dan kinerja perbankan diperkirakan relatif lebih baik pada tahun 2021. Bahkan menurut dia, permintaan terhadap kredit diperkirakan akan melewati masa terendahnya pada tahun ini sejalan dengan mulai bergeraknya sebagian aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu perpanjangan kebijakan restrukturisasi kredit hingga Maret 2022 akan dapat membantu dan mendukung proses pemulihan pada sektor UMKM.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!