Walah, Penelitian Dua Kampus Negeri Berbeda Pandangan Soal Perokok Anak
Rabu, 23 Desember 2020 - 14:33 WIB
"Di wilayah penghasil tembakau juga dikenal istilah tingwe atau linting dewe yang sedang menjadi tren," katanya.
Dia menjelaskan 47% perokok usia dini berada dalam keluarga berpendapatan Rp2 juta lebih per bulan. Per harinya, 28% perokok usia dini mengkonsumsi 1-2 batang, sementara sebesar 18% sejumlah 3-4 batang, dan hanya 27% mengkonsumsi 5-6 batang. Sebanyak 95% perokok usia dini membeli rokok Rp1.500 per batang, dan 4% yang membeli dengan harga Rp1.000 per batang.
Imanina menambahkan, penyebab utama perokok usia dini justru disebabkan beberapa faktor, seperti lingkungan dalam dan luar rumah, keingintahuan anak, pengendali stres, dan tingkat pendidikan orang tua yang rendah.
"Khususnya ayah. Serta adanya anggota keluarga yang merokok," terangnya.
Penelitian yang dilakukan Maret-April 2020 ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis perilaku perokok usia dini dan prevalensi stunting. Sedangkan metode kualitatif digunakan dalam analisi perilaku merokok pada ibu hamil. Penelitian dilakukan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, dan Banten.
Dia menjelaskan 47% perokok usia dini berada dalam keluarga berpendapatan Rp2 juta lebih per bulan. Per harinya, 28% perokok usia dini mengkonsumsi 1-2 batang, sementara sebesar 18% sejumlah 3-4 batang, dan hanya 27% mengkonsumsi 5-6 batang. Sebanyak 95% perokok usia dini membeli rokok Rp1.500 per batang, dan 4% yang membeli dengan harga Rp1.000 per batang.
Imanina menambahkan, penyebab utama perokok usia dini justru disebabkan beberapa faktor, seperti lingkungan dalam dan luar rumah, keingintahuan anak, pengendali stres, dan tingkat pendidikan orang tua yang rendah.
"Khususnya ayah. Serta adanya anggota keluarga yang merokok," terangnya.
Penelitian yang dilakukan Maret-April 2020 ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis perilaku perokok usia dini dan prevalensi stunting. Sedangkan metode kualitatif digunakan dalam analisi perilaku merokok pada ibu hamil. Penelitian dilakukan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, dan Banten.
Lihat Juga :