Bos OJK Minta Produk Syariah Harus Kompetitif
Selasa, 29 Desember 2020 - 21:42 WIB
Ketua OJK Wimboh Santoso mengatakan, daya saing produk keuangan syariah harus ditingkatkan. Menurutnya produk keuangan syariah harus mampu kompetitif serta semakin luas aksesnya. Foto/Dok
JAKARTA - Indonesia memang memiliki potensi besar pengembangan keuangan syariah , namun menurut Ketua OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Wimboh Santoso mengatakan, daya saing produk keuangan syariah harus ditingkatkan. Menurutnya produk keuangan syariah harus mampu kompetitif serta semakin luas aksesnya.
"Ke depan kita harus bisa menciptakan produk yang kompetitif. Kemudian menggunakan teknologi yang bisa diakses oleh masyarakat di mana saja tanpa birokrasi yang panjang," kata Wimboh Santoso dalam video virtual, Selasa (29/12/2020).
(Baca Juga: Catatan Wapres Ma'ruf Amin Soal Pendidikan Ekonomi dan Keuangan Syariah )
Saat ini terang dia, total aset keuangan syariah hingga per Oktober 2020 telah mencapai Rp1.741.87 triliun. Angka tersebut naik sekitar 21,18% dari periode sama tahun lalu.
"Ke depan kita harus bisa menciptakan produk yang kompetitif. Kemudian menggunakan teknologi yang bisa diakses oleh masyarakat di mana saja tanpa birokrasi yang panjang," kata Wimboh Santoso dalam video virtual, Selasa (29/12/2020).
(Baca Juga: Catatan Wapres Ma'ruf Amin Soal Pendidikan Ekonomi dan Keuangan Syariah )
Saat ini terang dia, total aset keuangan syariah hingga per Oktober 2020 telah mencapai Rp1.741.87 triliun. Angka tersebut naik sekitar 21,18% dari periode sama tahun lalu.
Lihat Juga :