Sudah Unggul Sebelum Covid Datang, Survei: Transaksi E-commerce Bisa USD40 Miliar

Rabu, 30 Desember 2020 - 22:02 WIB
Survei yang dilakukan Bank DBS Indonesia menyatakan bahwa perusahaan harus segera mempercepat strategi omni-channel atau memulai kemitraan dengan platform e-commerce yang mapan. Foto/Dok
JAKARTA - Survei yang dilakukan Bank DBS Indonesia menyatakan bahwa perusahaan harus segera mempercepat strategi omni-channel atau memulai kemitraan dengan platform e-commerce yang mapan. Pasalnya hal itu akan memberikan keuntungan bagi perusahaan besar ke depannya.

"Selain menguntungkan para perusahaan besar yang berjualan melalui e-commerce, minat tinggi berbelanja online juga mempengaruhi pertumbuhan UMKM dan pengusaha mikro," tulis survei tersebut di Jakarta, Rabu (30/12/2020).



(Baca Juga: Alasan Mengapa Ini Saatnya Mulai Berjualan di Ecommerce )

Membeli produk milik UMKM melalui e-commerce dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga keberlangsungan ekonomi sekaligus menjaga jarak di tengah pandemi. Bahkan menurut Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki pelaku usaha dan UMKM yang terhubung dengan platform online dapat bertahan bahkan tumbuh di tengah pandemi.

Meskipun peminat belanja e-commerce naik secara tajam selama pandemi, e-commerce Indonesia ternyata sudah berkembang pesat bahkan unggul di kawasan Asia Tenggara sebelum Covid-19 mewabah serta menjadi salah satu pendorong utama ekonomi nasional.

Nilai Gross Market Value (GMV) dari e-commerce di Indonesia mencapai USD21 miliar di tahun 2019 dan diprediksi meningkat hingga USD40 miliar pada tahun 2022. "Berlanjut hingga saat pandemi berlangsung, Bank DBS Indonesia menilai pentingnya peran e-commerce selama wabah dan mengharapkan kontribusinya terus berkembang pasca-corona," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!