Pandemi Bikin Volatilitas Harga Komoditi Tinggi, Produk Derivatif Jadi Solusi
Senin, 04 Januari 2021 - 16:58 WIB
Di sisi lain, produk-produk derivatif, baik sebagai sarana alternatif investasi maupun manajemen risiko, terlihat bertumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun. Peningkatan volume transaksi produk derivatif multilateral ICDX melalui GOFX (Gold, Oil, Forex) telah mengalami pertumbuhan volume sebesar 1.991% sejak diperkenalkan di tahun 2018.
(Baca Juga: ICDX Cetak Nilai Transaksi Multilateral Rp18 Triliun di 2020)
"Hal ini tentunya tidak lepas dari kemudahan akses produk derivatif, dimana produk derivatif yang tersedia di bursa ICDX kini dapat ditransaksikan oleh berbagai kalangan, dan semakin terjangkau melalui terbitnya kontrak berbasis multilateral berukuran mikro," terang Nursalam.
Sidharta menambahkan, pada 2020 lalu pandemi membuat semua instrumen keuangan menjadi terpuruk. Namun, transaksi berjangka justru tumbuh positif.
"Cukup banyak perdagangan instrumen keuangan yang terpuruk akibat pandemi ini. namun perdagangan komoditi memperlihatkan pertumbuhan volume transaksi. Hal itu tercermin dalam transaksi berjangka komoditi pada periode Januari-November 2020, yang tumbuh lebih 21 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019," pungkas Sidharta.
(Baca Juga: ICDX Cetak Nilai Transaksi Multilateral Rp18 Triliun di 2020)
"Hal ini tentunya tidak lepas dari kemudahan akses produk derivatif, dimana produk derivatif yang tersedia di bursa ICDX kini dapat ditransaksikan oleh berbagai kalangan, dan semakin terjangkau melalui terbitnya kontrak berbasis multilateral berukuran mikro," terang Nursalam.
Sidharta menambahkan, pada 2020 lalu pandemi membuat semua instrumen keuangan menjadi terpuruk. Namun, transaksi berjangka justru tumbuh positif.
"Cukup banyak perdagangan instrumen keuangan yang terpuruk akibat pandemi ini. namun perdagangan komoditi memperlihatkan pertumbuhan volume transaksi. Hal itu tercermin dalam transaksi berjangka komoditi pada periode Januari-November 2020, yang tumbuh lebih 21 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019," pungkas Sidharta.
(fai)
Lihat Juga :