Diserbu Corona, Serapan Biodiesel Anjlok
Kamis, 14 Januari 2021 - 18:01 WIB
Dadan melanjutkan, pemerintah terus meningkatkan pemanfaatan biodiesel guna mengurangi impor dan menghemat devisa. Melalui program mandatori biodiesel 30% (B30) yang telah diluncurkan sejak Januari 2020, prognosa realisasi pemanfaatan biodiesel untuk domestik mencapai 8,46 juta KL. Capaian ini berkontribusi pada penghematan devisa sebesar Rp38,31 triliun atau sekitar USD2,66 miliar (perhitungan menggunakan rata-rata MOPS Solar 2020 sebesar 50 USD/BBL dan Kurs Rp14.000 per USD).
"Realisasi sebesar 8,46 juta KL ini meningkat dibanding tahun 2019 yang sebesar 6,39 juta KL. Naik 2 juta KL. Memang targetnya 3 juta KL tetapi karena pandemi, konsumsi berkurang. Ini bisa menghemat dan menghindari impor solar sebesar USD2,7 miliar," jelasnya.
Baca Juga: Realisasi Investasi EBTKE Masih Jauh dari Target
Dia menambahkan, pemanfaatan biodiesel ini juga harus diperbaiki dari sisi kualitas bahan bakarnya khususnya terhadap emisi karbon. Adapun pemanfaatan biodiesel domestik pada tahun 2021 ditargetkan mencapai 9,20 juta KL.
"Selain itu juga meningkatkan nilai sawit itu sendiri yang selama ini diekspor dalam bentuk CPO. Di sisi lain keseimbangan ekspor dan konsumsi di dalam negeri sehingga mendapatkan harga yang cukup baik untuk ekspor dan harga yang cocok untuk produksi biodieselnya setelah dikombinasikan dengan pungutan ekspor," tandasnya.
"Realisasi sebesar 8,46 juta KL ini meningkat dibanding tahun 2019 yang sebesar 6,39 juta KL. Naik 2 juta KL. Memang targetnya 3 juta KL tetapi karena pandemi, konsumsi berkurang. Ini bisa menghemat dan menghindari impor solar sebesar USD2,7 miliar," jelasnya.
Baca Juga: Realisasi Investasi EBTKE Masih Jauh dari Target
Dia menambahkan, pemanfaatan biodiesel ini juga harus diperbaiki dari sisi kualitas bahan bakarnya khususnya terhadap emisi karbon. Adapun pemanfaatan biodiesel domestik pada tahun 2021 ditargetkan mencapai 9,20 juta KL.
"Selain itu juga meningkatkan nilai sawit itu sendiri yang selama ini diekspor dalam bentuk CPO. Di sisi lain keseimbangan ekspor dan konsumsi di dalam negeri sehingga mendapatkan harga yang cukup baik untuk ekspor dan harga yang cocok untuk produksi biodieselnya setelah dikombinasikan dengan pungutan ekspor," tandasnya.
(nng)
Lihat Juga :