Impor Menciut, Surplus Neraca Dagang Cuma Fenomena Semu
Jum'at, 15 Januari 2021 - 14:16 WIB
"Kalau yang ideal, surplus terjadi kinerja ekspor lebih positif dibanding impor. Maka bisa disimpulkan situasi di 2020 sebenarnya buruk dari sisi perdagangan internasional," bebernya.
Baca juga: Pemerintah Masih Hati-hati dalam Pengeluaran Fiskal di Semester I/2021
Ekonom CORE Piter Abdullah menilai, ekspor tumbuh didukung oleh kenaikan harga komoditas di tengah mulai membaiknya perekonomian di beberapa negara, terutama China. Tapi, di sisi lain impor masih terus turun menunjukkan masih adanya permasalahan yakni belum pulihnya sektor manufaktur.
Baca Juga: Neraca Dagang Surplus Bukti Ekonomi RI Masih Oke
BPS mencatat, surplus sepanjang 2020 didapatkan dari nilai ekspor yang mencapai USD163,31 miliar dan impor selama setahun lalu yang mencapai USD141,57 miliar. Angka ekspor ini turun 2,61% dibandingkan 2019 yang mencapai USD167,68 miliar. Sedangkan untuk impor turun 17,34% dibandingkan 2019 yang sebesar USD171,38 miliar.
Baca juga: Pemerintah Masih Hati-hati dalam Pengeluaran Fiskal di Semester I/2021
Ekonom CORE Piter Abdullah menilai, ekspor tumbuh didukung oleh kenaikan harga komoditas di tengah mulai membaiknya perekonomian di beberapa negara, terutama China. Tapi, di sisi lain impor masih terus turun menunjukkan masih adanya permasalahan yakni belum pulihnya sektor manufaktur.
Baca Juga: Neraca Dagang Surplus Bukti Ekonomi RI Masih Oke
BPS mencatat, surplus sepanjang 2020 didapatkan dari nilai ekspor yang mencapai USD163,31 miliar dan impor selama setahun lalu yang mencapai USD141,57 miliar. Angka ekspor ini turun 2,61% dibandingkan 2019 yang mencapai USD167,68 miliar. Sedangkan untuk impor turun 17,34% dibandingkan 2019 yang sebesar USD171,38 miliar.
(fai)
Lihat Juga :