Pimpinan di 3 Unit Usaha PTPN XIV Berganti

Jum'at, 15 Januari 2021 - 20:48 WIB
Lima tahun terakhir, PTPN XIV terus berupaya mengenjot produksi gula. Ini terbukti pada tahun 2020 mencatat nilai peningkatan produksi gula. Wardi Samad mengharapakan perombakan pimpinan atas dasar untuk produksi semakin membaik.

"Pabrik gula PTPN XIV dapat kembali berjaya seperti tahun 90-an menjadi salah-satu pembayar pajak terbesar di Sulawesi Selatan. Ini tentunya sebagai tempat penyerapan tenaga kerja juga," ujar Wardi Samad, Rabu (14/10/2021).

Kilas balik kejayaan PTPN XIV dari komoditas tebu. Pernah mencapai produksi tertinggi pada tahun 1990-1996 rerata 75.000-78.000 ton. Lima tahun terakhir ini (2014-2020) menunjukkan tren peningkatan produksi tiap tahun. Namun, belum mencapai produksi gula tertinggi tahun 1994, yang mencapai 78.000 ton.

Unit Pabrik Gula (PG) PTPN XIV tersebar di tiga lokasi, yakni PG Takalar , PG Camming dan PG Bone . Tahun ini, pasokan bahan baku untuk ketiga unit senilai 80 % dari kebun tebu sendiri atau lahan hak guna usaha (HGU) dan 20 % terserap dari produksi tebu rakyat. Selain itu, PTPN mempekerjakan warga sekitar pabrik.

"Ke depan lebih fokus pada gula. Karena dijadikan satu entitas sendiri dengan kerja sama dengan investor ataupun BUMN lain," tandas Wardi Samad, Senin (11/1/2021).



Wardi Samad menuturkan 70 % revenue PTPN XIV dari penjualan produksi komoditas tebu sedangkan 20 % revenue dari penjualan produksi komoditas sawit.

"Komoditas sawit, mayoritas tidak pernah rugi. Keuntungan operasional di atas Rp1 triliun tiap tahun. Namun komoditi gula yang high cost tidak bisa operational exelence akibat berbagai keterbatasan. Lima tahun sawit terus mensubsidi biaya operasional komoditi tebu/gula, akibatnya sawit juga terseret tidak exelence," ujar Wardi Samad, Senin (11/01/2021).

Berikut produksi gula PTPN XIV pada tahun 2019 hingga 2020, PG Takalar memproduksi 17.1 ribu ton meningkat sebesar 17.9 ribu ton, PG Bone mproduksi 14.4 ribu ton meningkat sebesar 19.4 ribu ton, dan PG Camming memproduksi 14.6 ribu ton meningkat sebesar 18.6 ribu ton

"Ke depan lebih fokus maka gula akan dijadikan satu entitas sendiri dengan join investor ataupun kerjasama dengan BUMN lain. Pada pemaparan holding Minggu lalu akan menggandeng RNI / BUMN pangan dan Perhutani yang punya cukup luas lahan di jawa," ucap Wardi Samad.
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More