Perkembangan Bank Syariah di Indonesia Kian Positif
Rabu, 20 Januari 2021 - 02:13 WIB
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan perbankan Indonesia menujukan stabilitas yang masih terjaga. Indikator likuiditas juga masih menunjukan angka diatas triresult sehingga masih ampel.
"Dalam hal ini juga termasuk bank syariah. Permodalan sebagai buffer bisa menghadapi risiko dimana berada di angka 23,78% dan NIM sekitar 4,32%," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Heru Kristiyana saat Sharia Economic Outlook secara virtual di Jakarta, Selasa (19/1/2021).
(Baca juga: Bank Syariah Indonesia Masih Belum Dapat Restu OJK, Hery Gunardi: Mohon Doa Semua )
Dia melanjutkan, kinerja bank syariah dari sisi risiko kredit dan intemediasi permodalan profitabilitas menunjukan angka yang baik. Pembiayaan bank syariah sebesar 8,08% menjadi Rp394,6 triliun atau lebih baik dibandingkan perbankan nasional.
"Dalam hal ini juga termasuk bank syariah. Permodalan sebagai buffer bisa menghadapi risiko dimana berada di angka 23,78% dan NIM sekitar 4,32%," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Heru Kristiyana saat Sharia Economic Outlook secara virtual di Jakarta, Selasa (19/1/2021).
(Baca juga: Bank Syariah Indonesia Masih Belum Dapat Restu OJK, Hery Gunardi: Mohon Doa Semua )
Dia melanjutkan, kinerja bank syariah dari sisi risiko kredit dan intemediasi permodalan profitabilitas menunjukan angka yang baik. Pembiayaan bank syariah sebesar 8,08% menjadi Rp394,6 triliun atau lebih baik dibandingkan perbankan nasional.
Lihat Juga :