Ngobrol Virtual dengan Menlu Singapura, Menparekraf Bahas Peluang Travel Bubble

Kamis, 21 Januari 2021 - 05:32 WIB
(Baca juga: BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif )

Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan bahwa salah satu persiapan untuk melakukan kesepakatan dengan negara lain untuk membuka akses masuk untuk turis, sehingga terbentuk koridor perjalanan di salah satu destinasi wisata, Sandiaga akan mengusulkan beberapa destinasi diantaranya Bali, Jakarta, Batam, dan Bintan untuk menjadi prioritas mendapat vaksin lebih awal. Pasalnya, tiga wilayah tersebut adalah pintu masuk utama wisman.

"Vaksinasi sudah mulai di Indonesia, saya telah melobi bahwa area seperti Bali, Jakarta, Batam, dan Bintan juga akan mendapat semacam prioritas, karena ekonomi Bali resesi minus 4 persen akibat turunnya kinerja pariwisata. Batam dan Bintan juga lumpuh," jelasnya.

Menurut Sandiaga, dengan diterapkannya protokol kesehatan berbasis CHSE (Clean, Health, Safety, Environmental sustainability) dan masyarakat telah mendapati vaksinasi, maka akan turut membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Sementara itu Menlu Singapura Vivian mengatakan bahwa meski rencana travel bubble Singapura-Indonesia belum ditentukan kapan waktu penerapannya, tapi menurutnya tidak ada salahnya untuk mendiskusikan persiapan yang harus dilakukan di masing-masing negara untuk melakukan travel bubble.

"Walaupun kami belum menetapkan waktu realisasi kebijakan travel bubble ini tapi tetap penting untuk dibahas. Dari pembahasan ini kita bisa mengetahui skala prioritas dan hal apa yang dibutuhkan saat kebijakan ini kelak diterapkan,” ujar Vivian.

Dia melanjutkan bahwa hal yang utama perlu dipersiapkan adalah aturan hingga protokol kesehatan yang ketat di masing-masing negara. Hal tersebut bertujuan agar wisatawan dapat melakukan perjalanan dengan nyaman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!