Siapkan Skema Pembiayaan UMKM Parekraf, Sandiaga Sambangi Bos OJK
Kamis, 21 Januari 2021 - 05:01 WIB
"Karena melihat bahwa ini salah satu cara kita untuk mendorong pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang notabene menjadi sumber mata pencaharian bagi 34 juta masyarakat Indonesia yang bergantung pada sektor parekraf," kata Sandiaga.
Juga bagaimana skema sosial kredit melalui bank wakaf mikro yang bisa juga digunakan untuk pemulihan sektor parekraf secara sederhana dan berbasis komunitas. "Saya berterima kasih, ini satu langkah kolaborasi yang mudah-mudahan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya," ucapnya.
(Baca juga: OJK Wajibkan BPJS Punya Rencana Bisnis yang Lebih Jelas )
Ketua OJK Wimboh Santoso menyambut baik kolaborasi yang akan dijalankan dengan Kemenparekraf/Baparekraf. Kata Wimboh, pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor prioritas sehingga perlu didorong. Dia pun berharap dalam waktu dekat program kerja sama dengan Kemenparekraf/Baparekraf benar-benar dapat direalisasikan.
"OJK sudah memiliki platform untuk membina masyarakat dari bawah sehingga bisa diterapkan di sektor pariwisata. Mulai dari klusteringnya, pembiayaan yang murah, pembinaan, sampai kepada ekosistem memasarkan produknya secara elektronik," ungkapnya.
Juga bagaimana skema sosial kredit melalui bank wakaf mikro yang bisa juga digunakan untuk pemulihan sektor parekraf secara sederhana dan berbasis komunitas. "Saya berterima kasih, ini satu langkah kolaborasi yang mudah-mudahan bisa membuka lapangan kerja seluas-luasnya," ucapnya.
(Baca juga: OJK Wajibkan BPJS Punya Rencana Bisnis yang Lebih Jelas )
Ketua OJK Wimboh Santoso menyambut baik kolaborasi yang akan dijalankan dengan Kemenparekraf/Baparekraf. Kata Wimboh, pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan sektor prioritas sehingga perlu didorong. Dia pun berharap dalam waktu dekat program kerja sama dengan Kemenparekraf/Baparekraf benar-benar dapat direalisasikan.
"OJK sudah memiliki platform untuk membina masyarakat dari bawah sehingga bisa diterapkan di sektor pariwisata. Mulai dari klusteringnya, pembiayaan yang murah, pembinaan, sampai kepada ekosistem memasarkan produknya secara elektronik," ungkapnya.
(ind)
Lihat Juga :