PPKM dan PSBB Menghancurkan Industri Ban, Pemilik Bengkel Ngeluh
Selasa, 02 Februari 2021 - 15:44 WIB
"Tapi sekarang, kata mereka, seminggu dapat Rp10 ribu tip sudah bagus. Artinya ada perubahan perilaku konsumen yang mengurangi penggunaan ban dalam negeri," terang Aziz.
Di luar negeri, pada bulan Maret-April 2020 lalu juga sangat tertekan dan kalang kabut. Pada waktu bahan baku tidak masuk dan ekspor menjadi terhambat. "Ini benar-benar menghancurkan industri, khususnya industri ban. Kami sendiri berharap pemerintah bisa mengatasi pandemi ini secepatnya," tambahnya.
Baca Juga: Boleh Memakai Ban Mobil Berbeda Merek, Asalkan Masih 1 Jenis
Namun Aziz mengatakan, bahwa angka kasus positif Covid-19 yang kian menanjak setiap harinya pun menjadi momok tersendiri. "Ini kita sebelumnya sudah takut, sekarang makin takut lagi. Akan ada pembatasan lagi, kita bandingkan dengan India saja sudah recover, tapi kita belum. Semoga bisa cepat. Selama ada pembatasan, masyarakat tidak berkendara, " ucapnya.
Kendati demikian, dia mencatat bahwa ekspor ban ke Amerika Serikat mulai membaik. Sementara itu, untuk produksi ban didominasi persentasenya untuk kebutuhan ekspor sebesar 60-70%. "Pembatasan ini akan sama di semua negara nantinya, contoh demand Eropa kosong, karena mereka tidak ada mobilitas, tidak jalan, tidak perlu ganti ban," tukasnya.
Di luar negeri, pada bulan Maret-April 2020 lalu juga sangat tertekan dan kalang kabut. Pada waktu bahan baku tidak masuk dan ekspor menjadi terhambat. "Ini benar-benar menghancurkan industri, khususnya industri ban. Kami sendiri berharap pemerintah bisa mengatasi pandemi ini secepatnya," tambahnya.
Baca Juga: Boleh Memakai Ban Mobil Berbeda Merek, Asalkan Masih 1 Jenis
Namun Aziz mengatakan, bahwa angka kasus positif Covid-19 yang kian menanjak setiap harinya pun menjadi momok tersendiri. "Ini kita sebelumnya sudah takut, sekarang makin takut lagi. Akan ada pembatasan lagi, kita bandingkan dengan India saja sudah recover, tapi kita belum. Semoga bisa cepat. Selama ada pembatasan, masyarakat tidak berkendara, " ucapnya.
Kendati demikian, dia mencatat bahwa ekspor ban ke Amerika Serikat mulai membaik. Sementara itu, untuk produksi ban didominasi persentasenya untuk kebutuhan ekspor sebesar 60-70%. "Pembatasan ini akan sama di semua negara nantinya, contoh demand Eropa kosong, karena mereka tidak ada mobilitas, tidak jalan, tidak perlu ganti ban," tukasnya.
(akr)
Lihat Juga :