Menko Luhut: Masih Ada 22 Persen Masyarakat Tak Percaya Covid-19
Rabu, 03 Februari 2021 - 17:14 WIB
Kemudian, kata dia, apabila mengacu pada data Kementerian Kesehatan per tanggal 2 Februari, total kasus kumulatif berjumlah 1.099.687 orang sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret. Sementara, kasus positif baru per hari itu mencapai 10.379 orang. Kasus konfirmasi positif yang meninggal bertambah 304 orang dan totalnya 30.581 orang.
"Jadi jumlah orang yang tidak percaya dengan ancaman Covid-19 bisa saja lebih 22% atau bahkan mencapai 40%. Maka itu, pemerintah dan otoritas terkait pun kini tengah memperketat beragam prosedur dan program untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan," ungkap dia.
(Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 11.984, DKI Jakarta Tertinggi )
Dia menjelaskan Kemenag juga terlibat sekarang. Maka itu semua pesantren, semua pimpinan agama seperti muslim, kristen, buddha harus bekerja sama. Pihaknya juga tidak tinggal diam dengan keadaan yang terjadi saat ini. Apalagi, Covid-19 juga menyebabkan dampak negatif pada perekonomian Indonesia.
"Maka itu ekonomi akan sulit untuk pulih kalau pandemi masih ada di Indonesia. Dan target dari pemerintah Indonesia bagaimana kita bisa menangani dan tapi kita tetap bisa menggerakkan perekonomian," tandas dia.
"Jadi jumlah orang yang tidak percaya dengan ancaman Covid-19 bisa saja lebih 22% atau bahkan mencapai 40%. Maka itu, pemerintah dan otoritas terkait pun kini tengah memperketat beragam prosedur dan program untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan," ungkap dia.
(Baca juga: Kasus Covid-19 Bertambah 11.984, DKI Jakarta Tertinggi )
Dia menjelaskan Kemenag juga terlibat sekarang. Maka itu semua pesantren, semua pimpinan agama seperti muslim, kristen, buddha harus bekerja sama. Pihaknya juga tidak tinggal diam dengan keadaan yang terjadi saat ini. Apalagi, Covid-19 juga menyebabkan dampak negatif pada perekonomian Indonesia.
"Maka itu ekonomi akan sulit untuk pulih kalau pandemi masih ada di Indonesia. Dan target dari pemerintah Indonesia bagaimana kita bisa menangani dan tapi kita tetap bisa menggerakkan perekonomian," tandas dia.
(ind)
Lihat Juga :