Menakar Tren Investasi Pilihan Masyarakat di 2021
Jum'at, 05 Februari 2021 - 23:33 WIB
Sementara, pilihan instrumen investasi yang saat ini paling digemari masih jatuh pada Reksadana dan Emas . Jumlahnya 37 dan 29 persen dari total pilihan responden. Saham, Deposito dan Properti masih tertinggal cukup jauh dan hanya berbagi angka 16, 12 dan 4 persen responden.
“Reksadana banyak digemari kalangan anak muda. Jenis investasi ini dianggap cocok untuk investor pemula dengan modal yang tidak terlalu besar dan memiliki resiko rendah. Sedangkan Emas, Deposito dan Properti, sambung Jessica, lebih banyak dipilih oleh mereka yang berusia diatas 30 tahun,” ungkap Head of Marketing Populix, Jessica Gautama, dalam keterangan resminya belum lama ini.
Cukup menarik ketika melihat lebih dalam ke tujuan orang berinvestasi. Mayoritas tujuan orang berinvestasi, sebanyak 32% responden, adalah untuk tujuan tertentu seperti menikah, pendidikan dan kebutuhan keluarga lainnya. Sementara 29% lainnya, berinvestasi untuk memiliki sumber pendapatan tambahan.
Jumlah dana yang dialokasikan untuk investasi masih terbilang rendah. Sebanyak 72% responden mengaku mengalokasikan 1-10 persen penghasilan yang didapatkannya selama sebulan untuk berinvestasi. Hanya 7 persen responden saja yang mengalokasikan di atas 20 persen pendapatan bulanannya.
Baca Juga: Mau Investasi Reksadana? Kenali Dulu Lebih Jauh di Sini
“Reksadana banyak digemari kalangan anak muda. Jenis investasi ini dianggap cocok untuk investor pemula dengan modal yang tidak terlalu besar dan memiliki resiko rendah. Sedangkan Emas, Deposito dan Properti, sambung Jessica, lebih banyak dipilih oleh mereka yang berusia diatas 30 tahun,” ungkap Head of Marketing Populix, Jessica Gautama, dalam keterangan resminya belum lama ini.
Cukup menarik ketika melihat lebih dalam ke tujuan orang berinvestasi. Mayoritas tujuan orang berinvestasi, sebanyak 32% responden, adalah untuk tujuan tertentu seperti menikah, pendidikan dan kebutuhan keluarga lainnya. Sementara 29% lainnya, berinvestasi untuk memiliki sumber pendapatan tambahan.
Jumlah dana yang dialokasikan untuk investasi masih terbilang rendah. Sebanyak 72% responden mengaku mengalokasikan 1-10 persen penghasilan yang didapatkannya selama sebulan untuk berinvestasi. Hanya 7 persen responden saja yang mengalokasikan di atas 20 persen pendapatan bulanannya.
Baca Juga: Mau Investasi Reksadana? Kenali Dulu Lebih Jauh di Sini
Lihat Juga :