Duh! Banyak Hotel di Jogja Bangkrut, Diobral via Online

Minggu, 07 Februari 2021 - 16:00 WIB
Tidak hanya itu, pengusaha juga membenarkan banyaknya kos-kosan di Jogja yang dijual di lapak online. Hal itu disebabkan penghuni kosan sepi lantaran banyak mahasiswa yang memilih pulang ke daerah masing-masing.

Baca Juga : Lelah Bertahan, Indonesia Akan Pakai Strategi Menyerang Hadapi Kampanye Hitam Sawit

Sebab itu, pengusaha kos-kosan yang akhirnya merugi sehingga mau tidak mau menjual properti mereka lantaran membutuhkan uang cash untuk bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19. "Sekarang yang penting pegang cash. Tentu mereka ini kepikiran beban besar, artinya selama ada yang mau beli ya harganya dilepas," kata dia.

Baca Juga: Nelongso Lur! Pengusaha Kos-kosan di Jogja Babak Belur

Dia menilai fenomena tersebut wajar selama wabah corona belum teratasi, utamanya bagi pengusaha kos-kosan karena membutuhkan uang tunai. Apalagi kota pelajar seperti Yogyakarta kebanyakan mahasiswa lebih memilih tinggal di rumah masing-masing sebab sistem pembelajaran sekarang semuanya serba online. "Apalagi mahasiswa yang kampusnya kuliah online itu pasti lebih memilih di rumah masing-masing. Makanya kos-kosan jadi sepi," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!