Skenario Pajak Mobil Baru 0%, Sumbangan ke Kantong Negara Rp1,4 Triliun
Kamis, 11 Februari 2021 - 22:19 WIB
Dengan skenario relaksasi PPnBM 0%, estimasi terhadap penambahan output industri otomotif juga diperkirakan akan dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menerangkan, bahwa relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor dapat meningkatkan purchasing power dari masyarakat dan memberikan jumpstart pada perekonomian. Relaksasi PPnBM kendaraan bermotor disetujui secara bertahap selama 2021 dimana mulai Maret 2021, pajak mobil baru menjadi 0% .
Baca Juga: Mau Beli Mobil Tunggu Dulu Ya, Pajak Mobil Baru 0% Berlaku Maret 2021
Dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, maka berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit. Estimasi terhadap penambahan output industri otomotif juga diperkirakan akan dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun.
“Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp1,62 triliun,” ungkap Menko Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (11/2/2021).
Baca Juga: Mau Beli Mobil Tunggu Dulu Ya, Pajak Mobil Baru 0% Berlaku Maret 2021
Dengan skenario relaksasi PPnBM dilakukan secara bertahap, maka berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) diperhitungkan dapat terjadi peningkatan produksi yang akan mencapai 81.752 unit. Estimasi terhadap penambahan output industri otomotif juga diperkirakan akan dapat menyumbangkan pemasukan negara sebesar Rp1,4 triliun.
“Kebijakan tersebut juga akan berpengaruh pada pendapatan negara yang diproyeksi terjadi surplus penerimaan sebesar Rp1,62 triliun,” ungkap Menko Airlangga dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (11/2/2021).
Lihat Juga :