Masalah yang Ada di Bumiputera Jangan Dijadikan Satu Adonan
Selasa, 16 Februari 2021 - 19:49 WIB
Ana melanjutkan, Bumiputera belum lama menjual pruduk yang dikaitkan investasi. Secara jumlahnya juga tidak signifikan dibandingkan keseluruhan portofolio produk. "Jadi kasus BP berbeda dengan Jiwasraya dan perusahaan lain," katanya.
Masalah Bumiputera lebih kompleks dari sekadar persoalan investasi. Jadi model krisis Bumiputera berbeda dengan krisis yang dialami perusahaan lain, seperti Jiwasraya, Asabri, dan Kresna.
Persoalan Bumiputera adalah salah 'kiblat' pengelolaan perusahaan. Satu abad lebih Bumiputera tidak punya regulasi di tingkat negara. Ini membuat orang punya tafsir yang berbeda-beda untuk sebuah perusahaan mutual dikelola.
Dia mengaku banyak pihak yang melakukan intervensi ke dalam karena seolah-olah perusahaan tidak ada yang punya. Sedangkan BPA atau representasi pemegang polis punya kekuasaan yang tidak terbatas.
"Tidak ada aturan negara yang lebih tinggi dari anggaran dasar, namun sejatinya itu dibuat dan bisa diamandemen oleh BPA sendiri. Ini semua membuka peluang mismanajemen," katanya.
Masalah Bumiputera lebih kompleks dari sekadar persoalan investasi. Jadi model krisis Bumiputera berbeda dengan krisis yang dialami perusahaan lain, seperti Jiwasraya, Asabri, dan Kresna.
Persoalan Bumiputera adalah salah 'kiblat' pengelolaan perusahaan. Satu abad lebih Bumiputera tidak punya regulasi di tingkat negara. Ini membuat orang punya tafsir yang berbeda-beda untuk sebuah perusahaan mutual dikelola.
Dia mengaku banyak pihak yang melakukan intervensi ke dalam karena seolah-olah perusahaan tidak ada yang punya. Sedangkan BPA atau representasi pemegang polis punya kekuasaan yang tidak terbatas.
"Tidak ada aturan negara yang lebih tinggi dari anggaran dasar, namun sejatinya itu dibuat dan bisa diamandemen oleh BPA sendiri. Ini semua membuka peluang mismanajemen," katanya.
Lihat Juga :