Bertemu Dubes China, Trenggono Amankan Ekspor Ikan
Jum'at, 19 Februari 2021 - 20:01 WIB
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya meningkatkan ekspor hasil perikanan ke China. Sejalan dengan itu, KKP mengajak pemerintah Negeri Tirai Bambu bekerja sama di bidang metodologi dan teknologi dalam mendeteksi keberadaan virus corona atau Covid-19 pada produk perikanan. Langkah ini sebagai upaya menjamin mutu dan keamanan produk perikanan yang akan dikirim ke negara tersebut.
"Kami berharap adanya kerja sama metodologi dan teknologi yang dipakai oleh GACC (otoritas bea cukai China) dalam mendeteksi produk-produk perikanan dari Covid-19," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat bertemu Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian di kantor KKP, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2021).
Baca Juga: Hasil Uji Residu 5 Tahun Terakhir, Produk Ikan RI Aman Dikonsumsi
China merupakan mitra dagang potensial Indonesia khususnya di bidang perikanan. Sebagai importir terbesar, negara tersebut mampu menyerap lebih dari 422 ribu ton produk perikanan Indonesia, di mana komoditas paling diminati adalah cumi-sotong-gurita dan rumput laut. Namun untuk nilai ekspor, Amerika Serikat berada di posisi pertama.
Ketika pandemi Covid-19 melanda dunia tahun lalu, Tiongkok memberlakukan pengetatan pemeriksaan setiap produk perikanan yang masuk, termasuk dari Indonesia. Dari pemeriksaan ini, beberapa kali otoritas negara itu mendeteksi virus di kemasan produk perikanan Indonesia.
Dia menjelaskan, setiap produk perikanan yang akan diekspor sebenarnya sudah melalui sejumlah pengujian. Baik itu komoditasnya, pengemasannya, maupun saat pengiriman. Proses pengujian ini turut melibatkan perguruan tinggi supaya hasil yang didapat lebih akurat.
"Kami berharap adanya kerja sama metodologi dan teknologi yang dipakai oleh GACC (otoritas bea cukai China) dalam mendeteksi produk-produk perikanan dari Covid-19," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat bertemu Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian di kantor KKP, Jakarta Pusat, Jumat (19/2/2021).
Baca Juga: Hasil Uji Residu 5 Tahun Terakhir, Produk Ikan RI Aman Dikonsumsi
China merupakan mitra dagang potensial Indonesia khususnya di bidang perikanan. Sebagai importir terbesar, negara tersebut mampu menyerap lebih dari 422 ribu ton produk perikanan Indonesia, di mana komoditas paling diminati adalah cumi-sotong-gurita dan rumput laut. Namun untuk nilai ekspor, Amerika Serikat berada di posisi pertama.
Ketika pandemi Covid-19 melanda dunia tahun lalu, Tiongkok memberlakukan pengetatan pemeriksaan setiap produk perikanan yang masuk, termasuk dari Indonesia. Dari pemeriksaan ini, beberapa kali otoritas negara itu mendeteksi virus di kemasan produk perikanan Indonesia.
Dia menjelaskan, setiap produk perikanan yang akan diekspor sebenarnya sudah melalui sejumlah pengujian. Baik itu komoditasnya, pengemasannya, maupun saat pengiriman. Proses pengujian ini turut melibatkan perguruan tinggi supaya hasil yang didapat lebih akurat.
Lihat Juga :