Tantangan Defisit APBN di Mata Ekonom, Bakal Ada yang Dikorbankan
Rabu, 24 Februari 2021 - 19:46 WIB
Pemerintah akan melakukan perubahan APBN lagi di tahun ini dengan mengurangi belanja dan menyesuaikan target penerimaan. Kalau seperti itu, mau tidak mau ada anggaran yang harus kita korbankan. Foto/Dok
JAKARTA - Pengamat ekonomi dari INDEF, Nailul Huda mengatakan pemerintah sejatinya sudah diberi kelonggaran untuk memperbesar defisit APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). Tapi memang fokusnya defisit ini tidak boleh membesar dan mengecil seiring dengan program pemulihan ekonomi.
Baca Juga: Defisit APBN Melebar di 2020, Pemerintah Klaim Lebih Oke dari Negara ASEAN
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN hingga Januari 2021 tercatat mencapai Rp45,7 triliun atau 4,5% dari patokan dalam APBN 2020 senilai Rp1.006,4 triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 0,26% PDB.
"Tapi saya lihat sepertinya pengeluaran pemerintah untuk PEN ( Pemulihan Ekonomi Nasional ) membesar, namun di satu sisi penerimaan pajak belum pulih juga. Artinya defisit terancam melebar," kata Huda saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta, Rabu (24/2/2021).
Baca Juga: Defisit APBN Melebar di 2020, Pemerintah Klaim Lebih Oke dari Negara ASEAN
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN hingga Januari 2021 tercatat mencapai Rp45,7 triliun atau 4,5% dari patokan dalam APBN 2020 senilai Rp1.006,4 triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 0,26% PDB.
"Tapi saya lihat sepertinya pengeluaran pemerintah untuk PEN ( Pemulihan Ekonomi Nasional ) membesar, namun di satu sisi penerimaan pajak belum pulih juga. Artinya defisit terancam melebar," kata Huda saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta, Rabu (24/2/2021).
Lihat Juga :