Melantai di Bursa, UNIQ Masuk Daftar Saham Syariah
Senin, 08 Maret 2021 - 09:45 WIB
Sementara itu, Direktur Bisnis Ulima Nitra, Ulung Wijaya menambahkan, Perseroan bangga menjadi perusahaan pertama yang sukses dan berhasil menjalankan sistem bookbuilding dan IPO secara elektronik di Indonesia, dan menyampaikan bahwa seluruh dana segar yang diperoleh selanjutnya akan digunakan seluruhnya untuk mendanai kebutuhan modal kerja perseroan.
"Antara lain membiayai kebutuhan bahan bakar (oil and fuel), biaya perawatan (service ringan) & spare parts, dan lain-lain guna mendukung kegiatan operasional perusahaan seperti biaya mess, makan karyawan dan perjalanan dinas, dan kebutuhan operasional lainnya, mengingat bisnis perseroan yang terbilang human capital intensive," ucap Ulung. ( Baca juga:Ternyata Jhoni Allen, Pimpinan Sidang KLB Demokrat Pernah Bekerja di Taman Margasatwa Ragunan )
Selain mampu mencatatkan sahamnya di papan utama, saham UNIQ juga masuk dalam daftar efek syariah yang dikeluarkan oleh OJK, selain kegiatan usahanya yang tidak melanggar ketentuan-ketentuan dalam kriteria efek syariah, pengelolaan risiko yang kuat dari manajemen perseroan yang tecermin dari rasio utang yang rendah diperkirakan menjadi salah satu penyebabnya. Per 30 November 2020 (un-audited), rasio uutang terhadap modal (debt to equity ratio) Perseroan hanya tercatat sebesar 0,98x.
"Antara lain membiayai kebutuhan bahan bakar (oil and fuel), biaya perawatan (service ringan) & spare parts, dan lain-lain guna mendukung kegiatan operasional perusahaan seperti biaya mess, makan karyawan dan perjalanan dinas, dan kebutuhan operasional lainnya, mengingat bisnis perseroan yang terbilang human capital intensive," ucap Ulung. ( Baca juga:Ternyata Jhoni Allen, Pimpinan Sidang KLB Demokrat Pernah Bekerja di Taman Margasatwa Ragunan )
Selain mampu mencatatkan sahamnya di papan utama, saham UNIQ juga masuk dalam daftar efek syariah yang dikeluarkan oleh OJK, selain kegiatan usahanya yang tidak melanggar ketentuan-ketentuan dalam kriteria efek syariah, pengelolaan risiko yang kuat dari manajemen perseroan yang tecermin dari rasio utang yang rendah diperkirakan menjadi salah satu penyebabnya. Per 30 November 2020 (un-audited), rasio uutang terhadap modal (debt to equity ratio) Perseroan hanya tercatat sebesar 0,98x.
(uka)
Lihat Juga :