Gaungan Benci Produk Asing Bisa Picu Pembalasan Dunia Internasional
Selasa, 09 Maret 2021 - 12:35 WIB
“Dan kalau dilihat dan dibandingkan tagline yang dibangun atau yang dibuat oleh negara lain, tidak ada yang sifatnya diskriminatif seperti itu. Jadi kalau kita lihat contohnya di China, “Made in China 2025”, di India menggunakan kalimat “Make in India”. Kita juga semestinya perlu ada tagline yang bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap produk dalam negeri dan rasa bangga apabila kita menggunakan produk dalam negeri,” tambah Ahmad. ( Baca juga: Aturan PPnBM Mobil Baru, Pedagang Mobil Bekas: Pemerintah Enggak Mikirin Kami! )
Sementara itu, menurutnya, produk impor barang konsumsi yang masuk melalui e-commerce perlu ditinjau ulang. Hal ini terkait apakah produk-produk ini sudah mengikuti standar ketentuan dan aturan yang berlaku di Indonesia.
“Jadi memang di tengah liberasisasi, ya kita terbuka. Tapi kita berkompetisi mengutamakan fair trade perdagangan yang mengedepankan keseimbangan, adil, ya fair-lah pokoknya. Jadi, konteksnya itu tentu menurut saya fair, yang dimaksud adalah pengendalian impor khusus untuk barang konsumsi. Kalau untuk impor bahan baku justru sangat dibutuhkanindustri kita,” ujar Ahmad.
Sementara itu, menurutnya, produk impor barang konsumsi yang masuk melalui e-commerce perlu ditinjau ulang. Hal ini terkait apakah produk-produk ini sudah mengikuti standar ketentuan dan aturan yang berlaku di Indonesia.
“Jadi memang di tengah liberasisasi, ya kita terbuka. Tapi kita berkompetisi mengutamakan fair trade perdagangan yang mengedepankan keseimbangan, adil, ya fair-lah pokoknya. Jadi, konteksnya itu tentu menurut saya fair, yang dimaksud adalah pengendalian impor khusus untuk barang konsumsi. Kalau untuk impor bahan baku justru sangat dibutuhkanindustri kita,” ujar Ahmad.
(uka)
Lihat Juga :