Industri Kelapa Sawit Diklaim Kebal Pandemi, Terus Menopang Ekonomi Nasional
Selasa, 09 Maret 2021 - 16:38 WIB
Indonesia sebagai produsen minyak sawit utama menguasai 55% pangsa pasar dunia. “Dari data yang saya peroleh, kelapa sawit berkonstribusi terhadap 3,5% pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Alien yang juga Ketua DPD Partai Golkar Maluku Utara.
Pada tahun 2017, Indonesia mengekspor 31 juta ton kelapa sawit dan berhasil mendulang devisa hampir USD23 miliar (Rp 317 triliun) atau 13% dari nilai keseluruhan ekspor Indonesia. Jumlah ini lebih tinggi kontribusi ekspor minyak dan gas yang ‘hanya’ 9% atau senilai USD15,7 miliar (Rp 217 triliun).
Sepanjang tahun 2020, ekspor dari sektor pertanian dan industri di Indonesia dapat tumbuh positif masing-masing sebesar 14% dan 2,94%. “Hal ini juga ditopang oleh sektor perkebunan kelapa sawit,” tambah Alien Mus.
Industri kelapa sawit, juga mendukung program biodiesel (B30) pemerintah pada tahun 2021 dengan target alokasi penyaluran sebesar 9,2 juta KL. B30 juga sukses menjaga stabilitas harga CPO (Crude Palm Oil). Selain itu juga menyediakan energi baru dan terbarukan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil, dan minyak bumi.
Baca Juga: Pengusaha : Komoditas Ekspor RI Cuma Itu-Itu Saja di 2021, Kelapa Sawit Jadi Andalan
Program B30 juga telah berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sekitar 23,3 juta ton karbondioksida di tahun 2020. Ini berkat Indonesia yang memiliki kebun sawit sekitar 16,3 juta hektare yang menyerap sekitar 2,2 miliar ton CO2 dari udara setiap tahun,” jelas Alien Mus.
Pada tahun 2017, Indonesia mengekspor 31 juta ton kelapa sawit dan berhasil mendulang devisa hampir USD23 miliar (Rp 317 triliun) atau 13% dari nilai keseluruhan ekspor Indonesia. Jumlah ini lebih tinggi kontribusi ekspor minyak dan gas yang ‘hanya’ 9% atau senilai USD15,7 miliar (Rp 217 triliun).
Sepanjang tahun 2020, ekspor dari sektor pertanian dan industri di Indonesia dapat tumbuh positif masing-masing sebesar 14% dan 2,94%. “Hal ini juga ditopang oleh sektor perkebunan kelapa sawit,” tambah Alien Mus.
Industri kelapa sawit, juga mendukung program biodiesel (B30) pemerintah pada tahun 2021 dengan target alokasi penyaluran sebesar 9,2 juta KL. B30 juga sukses menjaga stabilitas harga CPO (Crude Palm Oil). Selain itu juga menyediakan energi baru dan terbarukan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil, dan minyak bumi.
Baca Juga: Pengusaha : Komoditas Ekspor RI Cuma Itu-Itu Saja di 2021, Kelapa Sawit Jadi Andalan
Program B30 juga telah berkontribusi dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sekitar 23,3 juta ton karbondioksida di tahun 2020. Ini berkat Indonesia yang memiliki kebun sawit sekitar 16,3 juta hektare yang menyerap sekitar 2,2 miliar ton CO2 dari udara setiap tahun,” jelas Alien Mus.
Lihat Juga :