Persaingan Usaha Makin Ketat di Masa Pandemi, UMKM Butuh Riset

Rabu, 10 Maret 2021 - 02:41 WIB
Bayangkan jika selama pandemi, mereka yang tadinya karyawan kini mulai beralih sebagai wirausahawan. Alhasil, persaingan bisnis semakin ketat. Foto/Dok
JAKARTA - Krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 membuat banyak perusahaan mengambil kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK). Keadaan ini membuat setiap orang beralih profesi yang tadinya sebagai karyawan menjadi wirausahawan. Dari data yang dihimpun Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) sepanjang 2010 hingga 2018, penambahan jumlah UMKM rata-rata 1,4 juta per tahun.

Bayangkan jika selama pandemi, mereka yang tadinya karyawan kini mulai beralih sebagai wirausahawan. Alhasil, persaingan bisnis semakin ketat. Bagi pelaku UMKM yang semula mapan, pandemi yang belum juga melandai membuat mereka harus berpikir lebih kreatif untuk bisa bertahan.



Baca Juga: Mau Menang Persaingan Usaha, Menteri Teten: Kuasai Sains dan Teknologi

Sementara, buat pelaku usaha yang baru terjun, harus memperkuat riset dan pengetahuan tentang pasar sebelum memulai usaha. Populix, platform market research yang menjadi rujukan pelaku usaha dalam mencari tahu kebutuhan pasar dengan jutaan responden di berbagai wilayah di Indonesia, memberikan solusi mudah bagi para pelaku UMKM dalam membaca situasi pasar.

“Memulai bisnis atau usaha, harus memiliki data dan riset yang kuat. Sebab, tanpa data dan riset yang kuat, sulit untuk melakukan penetrasi terhadap pasar,” ungkap Head of Marketing Populix, Jessica Gautama dalam keterangan resminya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!